News

Dharma Wanita Gunungsitoli Edukasi Kaum Ibu Pola Asuh Anak Positif

NIAS, FaseBerita.ID – Dharma Wanita Persatuan Kota Gunungsitoli menggelar wokhshop pola asuh anak positif atau Positive Parenting dalam upaya mengedukasi kaum ibu agar lebih memahami cara membentuk karakter si buah hati.

Ketua Darma Wanita (DWP) Kota Gunungsitoli, Tini Lakhomizaro Zebua di Gunungsitoli, Kamis (20/6), mengatakan kaum ibu perlu memahami bahwa pola positive parenting dilakukan terutama pada anak usia mulai 0 hingga 8 tahun.

Masa tersebut adalah masa-masa emas (golden age) bagi anak anak, sehingga pembentukan mental, fisik dan spiritual anak harus lebih diperhatikan.

“Kaum ibu lebih dominan dalam pendidikan dan karakter sempurna bagi anak dan akan mengantarkan anak pada kesuksesan, keberhasilan dan dapat menjadi kebanggaan bagi keluarga dan masyarakat. Itulah salah satu yang mendasari dlakukannya workshop ini,” jelasnya.

Sementara Wali Kota Gunungsitoli Ir Lakhomizaro Zebua mengatakan pihaknya sangat mengapresiasi terobosan tersebut dalam upaya mempersiapkan generasi muda dengan lebih baik, smart, kreatif dan berdaya saing.
Menurut dia, keberhasilan pemerintah merupakan keberhasilan dan kerja keras dari aparatur sipil negara yang didukungan kaum ibu dari anggota DWP dan PKK Kota Gunungsitoli.

“Saya harap kegiatan positif seperti ini terus berlanjut, dan bisa menjadi program atau agenda rutin DWP Kota Gunungsitoli dalam meningkatkan pengetahuan anggota,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu ia juga menyampaikan beberapa bulan ke depan akan ada event besar di Kepulauan Nias yakni Sail Nias.

“Bulan September 2019 akan ada event Sail Nias 2019 di Pulau Nias dan Kota Gunungsitoli akan berperan dengan melaksanakan kegiatan seminar budaya dan festival kopi serta kuliner,” jelasnya.

Untuk itu ia meminta dukungan dan partisipasi kaum ibu untuk turut ambil bagian mensukseskan kegiatan tersebut.
Karena kegiatan itu sangat baik untuk memberi pengetahuan kepada anak anak kita bahwa Pulau Nias kaya akan budaya dan adat istiadat.

Demikian juga dengan kuliner khas Nias yang sudah hampir punah, hendaknya diingatkan kembali di benak anak-anak, karena pendidikan dan pengetahuan anak sejatinya dimulai dari keluarga. (ant/int)

USI