News

Dewi Matondang: Kejar Karier, Jangan Lupakan Keluarga

FaseBerita.ID – Setinggi apapun karier dan jabatan seorang wanita, tetap tak boleh meninggalkan atau melupakan kodratnya. Ia tetap istri dan ibu bagi anak-anaknya.

Prinsip itulah yang dipegang Dewi Matondang. Meski sibuk menjalankan profesinya sebagai dosen di Universitas Simalungun (USI) Pematangsiantar, ia selalu berusaha terlebih dahulu mengurus keluarga.

“Bagaimana pun, keluarga itu tetap yang utama,” tukas pemilik nama lengkap Dra Marhaeni KD Matondang MHum ini.

Setiap hari, Dewi sudah bangun pukul 04.00 WIB. Pagi-pagi, ia sudah masuk ke dapur untuk menyiapkan sarapan bagi suami dan anak-anaknya.

“Untuk sarapan, biasanya saya memanfaatkan stok yang ada di kulkas. Sambil masak, saya beres-beres rumah. Pokoknya bagaimana agar pekerjaan di rumah bisa segera beres sebelum saya berangkat mengajar,” terang alumni jurusan Sastra Inggris Fakultas Sastra Universitas Sumatera Utara (USU) Medan ini.

Ibu tiga anak ini melanjutkan, apapun ceritanya kewajiban di rumah jangan sampai ditinggalkan.

“Perempuan boleh bekerja dan berkarier, tapi keluarga jangan disepelekan. Bagaimanapun, doa suami dan anak-anak akan membuat karier lebih baik,” sebut ibu dari Ria Novira Mantika ST, Fahryn Patika Aprinsyah SSN, dan Avika Trizki Adeira yang masih berstatus mahasiswa.

Dewi, yang di kalangan mahasiswa-mahasiswinya di Fakultas Ekonomi serta Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) USI ini sering disapa Mom Matondang atau Ibu Matondang mengaku selama ini selalu mendapat dukungan penuh dari keluarga untuk berkarier. Sang suami, Nurman Pattimura tidak pernah melarangnya berkarier dan memiliki kegiatan di luar rumah.

“Suami sepenuhnya percaya pada langkah saya di luar rumah. Saya sendiri, tetap berusaha menjaga kepercayaan yang diberikan suami,” terangnya.

Sedangkan anak-anak, lanjut perempuan berhijab ini, selalu diberi pengertian bahwa ibunya merupakan wanita pekerja.

“Anak-anak sudah mengerti. Paling-paling mereka mengingatkan agar saya selalu menjaga kesehatan,” jelas Dewi yang di waktu luangnya senang memasak untuk keluarga.

Lulusan Strata Dua (S2) Universitas Negeri Medan (Unimed) ini menambahkan, sangat bersyukur memiliki suami yang sangat pengertian dengan kesibukannya. Diceritakan Dewi, ia sempat bergabung dalam tim pemenangan salah satu calon kepala daerah. Bahkan ia dipercaya menjadi ketua tim. Saat itu, katanya, mereka bekerja sangat sibuk dan pulang larut malam.

“Nggak kenal waktu saat itu. Apalagi semakin dekat hari H. Kalau laki-laki lain, mungkin sudah marah-marah. Tapi suami saya sangat pengertian,” tukas Dewi, yang membalas kebaikan suaminya itu dengan tetap menyediakan sarapan untuk keluarga.

“Itu tadi, jangan tinggalkan kewajiban di rumah,” pungkasnya. (*)