News

Dendam Lama, Abang Adik Kompak Membunuh

FaseBerita.ID – OG (35) dan adiknya BG (33), warga Dusun II, Desa Biouti Timur, Kecamatan Idanogawo, Kabupaten Nias, menyerahkan diri ke polisi. Sebelumnya mereka melakukan pembunuhan pada Kamis (9/7) di teras rumah Yobedi Gea yang Tak jauh dari kediamannya.

Kapolres Nias, AKBP Deni Kurniawan SIK menerangkan, OG dan BG yang sudah ditetapkan sebagai tersangka merupakan abang-adik kandung. Pasca melakukan pembunuhan, pada Kamis 9 Juli 2020, sekira Pukul 21.00 WIB, mereka mengirimkan pesan melalui keluarganya untuk disampaikan kepada petugas, agar menjemput mereka di perkebunan masyarakat. Mereka berniat untuk menyerahkan diri.

AKBP Deni Kurniawan menjelaskan, kedua tersangka OG dan BG melakukan pembunuhan terhadap korbannya Jhonius Gea (38) alias Ama Justin, penduduk Dusun III, Desa Sifalaete Tabaloho, Kecamatan Gunung Sitoli, Kota Gunung Sitoli. Juga melukai saudara korban bernama Filemo Gea (45) alias Ama Ricky yang berprofesi PNS Kesehatan, penduduk Desa Somi, Kecamatan Gido, Kabupaten Nias yang saat ini dirawat inap di RSU Gunung Sitoli.

“Jhonius Gea korban meninggal adalah saudara kandung dengan Filemo Gea yang saat ini sedang dirawat inap di RSU Gunung Sitoli. Motif tersangka OG dan BG melakukan pembunuhan terhadap kedua korban adalah dendam. Alasan kedua tersangka, sekira tahun 2016, keluarga tersangka menjumpai keluarga korban untuk membicarakan atau meminta untuk menebang pohon yang berada disamping rumah orangtua tersangka. Yang mana kayu tersebut sudah miring mengarah ke rumah orangtua tersangka, namun tidak diizinkan oleh kedua korban beserta keluarganya,” sebut AKBP Deni Kurniawan pada konferensi pers di Mapolres Nias, Selasa (14/7) lalu.

Tak hanya itu, saat almarhum ibu kandung tersangka dalam keadaan sakit parah, ungkap AKBP Deni Kurniawan, sempat mengatakan kepada tersangka bahwa adapun penyebab sakitnya tersebut, karena didukuni atau diguna-gunai oleh korban Filemo Gea.

Pada Rabu 8 Juli 2020 sekira pukul 22.00 WIB, tutur AKBP Deni Kurniawan, kedua tersangka berkunjung ke rumah Yobedi Gea untuk meramaikan kegiatan malam gembira di pesta Genuari Gea yang akan dilaksanakan esok harinya Kamis 9 Juli 2020. Saat malam gembira, disediakan speaker untuk diputarkan house musik.

Pada malam itu juga, ujar AKBP Deni Kurniawan, tersangka bersama dengan kawan-kawan yang menghadiri kegiatan malam gembira minum Tuak Suling (Tuo Nifaro). Sekira pukul 00.30 WIB, datanglah kedua korban dengan naik sepedamotor. Setelah korban turun dari sepedamotor, langsung menyalami orang-orang yang ada di tempat tersebut dan pemilik rumah. Setelah itu kedua korban duduk sambil bercerita kepada mereka dan kepada pemilik rumah.

“Setelah itu melintas di pikiran tersangka OG yang dikatakan oleh ibu kandungnya bahwa kedua korban merupakan penyebab penyakit ibunya hingga sampai meninggal. Pada saat itu korban Filemo Gea mengatakan kepada mereka ‘luar biasa kegiatan kalian ini’ dan tersangka OG-pun menjawab ‘Apanya yang luar biasa bang’. Selang beberapa detik kemudian tanpa ada keributan, tersangka OG langsung berdiri dan mengambil sebilah pisau yang berada di pinggangnya dengan menggunakan tangan kanannya, lalu menikam korban Filemo Gea di bagian dada sebelah kanan sebanyak dua kali,” tutur AKBP Deni Kurniawan.

Kemudian, beber AKBP Deni Kurniawan, tersangka OG langsung lari ke dalam rumah, namun pintu tengah sudah tertutup dan tersangka OG hendak lari lewat pintu depan, tetapi tersangka OG dikejar oleh Jhonius Gea, adiknya korban Filemo Gea. Tersangka OG sudah tidak bisa lari lagi dan OG-pun langsung menikam Jhonius Gea di bagian dada sebelah kanan sebanyak satu kali.

“Dan pada saat itu juga adik tersangka OG, yakni BG datang dari luar langsung menikam Jhonius Gea di bagian punggung hingga beberapa kali dengan menggunakan sebilah pisau yang ada di tangan kanannya. Sehingga dengan melihat tersangka BG ikut membantu, tersangka OG kembali menikam Jhonius Gea hingga beberapa kali dan terjatuh ke lantai dengan bersimbah darah,” ujar AKBP Deni Kurniawan.

Setelah itu, sambung AKBP Deni Kurniawan, OG bersama BG langsung lari menuju jalan ke arah sebelah kanan rumah, sedangkan korban Filemo Gea lari ke arah sebelah kiri rumah tersebut.

“Kita telah melakukan cek TKP, visum luka dan visum mayat korban, menyita barang bukti, memeriksa saksi-saksi, melakukan penangkapan dan penahanan terhadap kedua tersangka. Tersangka dipersangkakan pasal pembunuhan berencana, pasal 340 Subs 338 dan 170 Subs 351 ayat 3, 2 dari KUHPidana, dengan ancaman hukuman pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau kurungan maksimal 20 tahun,” pungkas AKBP Deni Kurniawan. (oz/int)

USI