News

Demo Mendesak Penutupan PT SMGP Kembali Bergulir

FaseBerita.ID – Sejumlah elemen organisasi pemuda di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) melakukan demo unjuk rasa di basecamp PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP) di Desa Purba Lamo, Kecamatan Lembah Sorik Marapi, Kabupaten Madina. Rabu (10/3) lalu.

Demo puluhan massa aksi yang mengatasnamakan diri dari Koalisi Pemuda dan Masyarakat Madina ini, mendesak agar PT SMGP ditutup.

Koordinator Aksi Dedy Jakcson Lubis dan Aswardi Nasution dalam orasinya mengatakan bahwa PT SMGP perusahaan yang amburadul, amatiran, dan sarat masalah.

“Ini perusahaan sangat amburadul, amatiran dan sarat masalah. Perusahan ini harus segera ditutup dan secepatnya henkang dari bumi gordang Sambilan ini. Mereka juga telah melecahkan negara dan masyarakat di Kabupaten Mandailing Natal,” kata Dedy.

Dedy yang juga ketua Rayon AMPI Panyabungan Kota mengatakan bahwa perusahaan juga terkesan sangat arogan dan tidak memiliki hati nurani

“Padahal mereka ini orang asing yang menumpang di tanah kelahiran kita. Persoalan dengan para korban saja belum selesai tapi malah sudah kembali beroperasi. Ini kan pelecehan, kami minta pemerintah pusat melalui Kementerian ESDM untuk menghentikan seluruh kegiatan operasional di PT SMGP. Dan segera mencabut izin perusahan serta memberikan sanksi berat atas kesalahan fatal dan kelalaian yang telah merengut 5 korban jiwa beberapa waktu yang lalu,” tegasnya.

Sementara, Koordinator Aswardi yang juga ketua Forum Kajian Masyarakat (Fokrat) Madina menjelaskan, bahwa sejak awal perusahaan panas bumi ini beroperasi di Madina dia bersama rekan-rekan sudah melakukan penolakan.

“Saya dari awal sudah ikut demo menolak perusahaan ini, karena perusahaan saya lihat tidak siap untuk beroperasi, masih amatiran dan tidak ada jaminan yang mementingkan keselamatan masyarakat. Terbukti saat ini, masyarakat kita sudah delapan orang jadi korban,” jelasnya.

Pantauan, aksi itu sempat memanas lantaran tidak ada pihak perwakilan perusahaan yang datang menanggapi massa aksi.

Kasat Binmas Polres Madina AKP Sudrajad yang menanggapi massa aksi mengatakan bahwa pimpinan perusahaan sedang tidak berada di lokasi ini.

“Kasat narkoba dan Kapolsek sudah mencek bahwa tidak ada pimpinan perusahaan saat ini di sini, yang ada cuma beberapa karyawan. Tentu mereka tidak berani karena mereka punya pimpinan,” kata Kasat Binmas Polres Madina Iptu Sudrajat untuk menenangkan massa aksi.

Usai mendapat tanggapan dari pihak kepolisian, massa aksi pun membubarkan diri dengan aman dan kondusif. “Kami akan datang lagi dengan jumlah massa yang lebih besar,” pungkas Aswardi sembari mengajak massa aksi lainnya membubarkan diri. (Mag 01/fabe)

USI