News

Demo Mahasiswa Dibubarkan Paksa: Cairkan Dana Beasiswa, Bayarkan Gaji Tiga Bulan!

FaseBerita.ID – Unjuk rasa puluhan mahasiswa yang tediri dari sejumlah universiatas dan perguruan tinggi se Labuhanbatu dibubarkan paksa oleh pihak kepolisian, di Kantor Bupati Labuhanbatu, Kamis (7/1) di jalan SM Raja Rantauprapat.

Pasalnya, unjukrasa tersebut dinilai tidak memenuhi protokol kesehatan (Prokes), karena mengundang keramaian warga berkumpul.

Pantauan wartawan, pihak Kepolisian Resor Labuhanbatu menghalau para mahasiswa dari depan gerbang kantor bupati Labuhanbatu setelah beberapa menit menyampaikan orasi. Pihak kepolisian mendesak mahasiswa agar membubarkan diri.

“Berdasarkan UU Kesehatan dan berdasarkan Perbup Labuhanbatu No 43 Tahun 2020 mengatur tentang penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian Covid 19 di Kabupaten Labuhanbatu, diminta adik-adik membubarkan diri dan kembali ke rumah masing-masing,” demikian imbauan dari pengeras suara mobil Penyuluh dan Binmas Polres Labuhanbatu.

Sebanyak ratusan petugas gabungan Polri, TNI dan Satpol PP Labuhanbatu tampak mengontrol aksi para mahasiswa tersebut.

Mahasiswa dalam unras tersebut juga membawa media luar berupa spanduk yang memuat sejumlah tulisan. Diantaranya, “Pak bupati Labuhanbatu publikasikan aliran dana penanganan Covid-19.

Kemudian ada juga yang bertuliskan “Ikan sopat ikan mujaer. masuk berkas cepat beasiswa tak caer”. “Pak bupati Labuhanbatu, jangan hanya bisa membuat kami antri di bank. Tapi buat juga kami antri di ATM. “Janji pemerintah tak jauh beda dengan janji mantan. “Cairkan dana beasiswa”. Bahkan, massa mahasiswa juga mengusung tagar #cairkanbeasiswa #salurkangaji3bulan.

Koordinator aksi mahasiswa, Dani melalui pengeras suara mengimbau bupati Labuhanbatu agar memberi penjelasan penyebab tergendalanya pencairan dana beasiswa.

Mahasiswa juga membagikan selebaran berisikan sejumlah tuntutan. Diantaranya, mempertanyakan penyebab tidak terealisasinya bantuan Pendidikan bagi mahasiswa berprestasi Tahun Akademik 2020 sesuai SK Bupati Labuhanbatu Nomor: 400/3462/Kesra/2020.

Pengunjuk rasa juga mempertanyakan penyebab tidak disalurkannya realisasi Dana Penghasilan Tetap (Siltap) dan Tunjangan Aparatur Pemerintah Desa dan BPD se-Kabupaten Labuhanbatu bulan November dan Desember TA 2020 sesuai dengan surat pemberitahuan DPC Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Labuhanbatu Nomor: 05/DPC-APDESI/LB/2020.

Mahasiswa juga mempertanyakan tidak terealisasinya Dana dari Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) untuk Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP) PNS/ASN Kabupaten Labuhanbatu selama 3 bulan TA 2020.

Pertanyaan massa juga mengenai pemutusan Tenaga Kerja Kontrak di lingkungan instansi pemerintahan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Labuhanbatu sebanyak 71 orang dan gaji 3 bulan kerja TA 2020 tidak dibayarkan dengan alasan yang tidak jelas.

Mahasiswa meminta Bupati untuk segera merealiasasikan Bea Siswa Berprestasi TA 2020 sesuai UUD 1945 Tentang Pedidikan Pasal 31 Ayat 4. Karena negara harus memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20 persen dari APBD dan APBN. Juga meminta Bupati untuk segera mempublikasikan realisasi Anggaran Belanja Daerah dalam penanganan Pandemi Covid 19 di Kabupaten Labuhanbatu.

Meminta pemerintahan daerah Kabupaten Labuhanbatu segera membayar gaji 3 bulan kerja TA 2020 tenaga kontrak di lingkungan instansi pemerintahan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Labuhanbatu sebanyak 71 orang. (bud/fabe)

USI