News

Demo, DPRD Madina Berpihak ke Rakyat bukan Perusahaan

FaseBerita.ID – Aliansi Perhimpunan Pemuda Madina Bersatu melakukan unjuk rasa ke kantor DPRD setempat, Rabu (17/2) siang.

Aksi puluhan pemuda ini meminta agar DPRD Mandailing Natal (Madina) membentuk pansus atas tragedi gas beracun yang merengut korban jiwa, di proyek perusahan panas bumi PT SMGP yang terjadi beberapa hari lalu.

Koordinator Aksi Faisal Chaniago mengatakan dalam orasinya dari awal tragedi itu terjadi di dalam amatan mereka pihak perusahaan terkesan tidak peduli dan tak mau disalahkan atas insiden yang telah merengut 5 korban jiwa dan puluhan lainnya dirawat, karena keracunan gas H2S.

Faisal menjelaskan, ketidakpeduliaan pihak perusahan terlihat salah satunya perusahan yang mengaku kalau itu sudah dilakukan sesuai SOP.

“Mereka (perusahaan) bilang sudah sesuai SOP dilakukan, nyatanya kan di situ sudah menelan korban. Di mana yang sesuai SOP-nya? Kami pemuda Madina bersatu sangat mengecam pihak perusahaan yang seolah-olah tak mau disalahkan. Dan meminta DPRD Madina untuk segera membentuk pansus,” tegas mantan aktivis HMI Madina ini

Selain itu, ketidakpedulian perusahaan terlihat saat mereka tidak ada hadir saat proses fardu kifayah dilakukan terhadap para korban, sehari setelah kejadian tersebut.

“Kami menilai bahwa perusahaan ini memang tak peduli, saat proses pemakaman para korban saja mereka tidak ada yang hadir. Kami sangat mengecam keras atas sikap perusahan SMGP ini,” pungkasnya.

Ada 5 poin pernyataan sikap massa aksi;
1. Mengecam PT SMGP yang kesekian kalinya atas nama investasi dan disebabkan atas kelalaian mereka telah menyebabkan korban jiwa serta puluhan orang di rawat di rumah sakit.

2. Meminta kepada DPRD Kabupaten Madina untuk membentuk pansus SMGP guna membuktikan keseriusan serta posisi keberpihakan DPRD Madina dalam hal gagalnya Weltest Sumur PT SMGP yang menyebabkan beberapa orang meninggal dunia.

3. Meminta kepada DPRD Madina serta pemerintah daerah merekomendasikan penutupan PT SMGP sebab telah kesekian kalinya atas nama investasi telah memakan korban jiwa masyarakat Mandailing Natal.

4. Meminta kepada DPRD Madina untuk segera memanggil Kapolres Madina untuk dimintai keterangan terkait lambannya penetapan tersangkan terkait peristiwa gagalnya Waltest Sumur PT SMGP.

5. Kita dari Aliansi Perhimpunan Pemuda Madina Bersatu akan terus mengawal tuntutan ini hingga diterima dan kita akan terus melakukan aksi dengan massa yang lebih besar jika tuntutan ini tidak diindahkan.

Ketua DPRD Madina Erwin Efendi Lubis yang menanggapi massa aksi mengatakan bahwa mereka sampai saat ini masih berpihak kepada rakyat bukan pro dengan perusahaan.

“Buktikan satu contoh bahwa kami DPRD lebih pro perusahaan daripada rakyat. Satu contoh saja, ludahi muka saya, apabila ada satu indikasi sajapun bahwa DPRD lebih condong ke perusahaan daripada rakyat,” kata Erwin.

Erwin menerangkan, pembentukan pansus itu ada tatanannya dan harus ada yang namanya inisiasinya. Dan sampai saat ini untuk pembentukan pansus itu inisiasinya belum ada masuk.

“Sampai saat ini ke meja saya belum ada masuk siapa inisiasi untuk pansus itu. Kalau ada inisiasi, hari ini masuk, besok saya proses. Kita akan buat pansus, pansus ini investigasi mencari tau yang benar dan salah itu apa,” jelasnya, seraya meminta kepada semuanya agar jangan ada satu politisiran atau satu bahasa bahwa DPRD ini merupakan perwakilan dari perusahan.

“Kami tidak pernah melacurkan diri kami untuk menjadi perwakilan perusahaan, saya jamin itu. Kalau ada masuk penelusuran untuk pansus tidak ada hak kami untuk menolak. Jadi kalau inisiasi pansus itu sudah masuk, saya jamin hari ini masuk dan besok akan kami panggil, seterusnya akan kami bawa ke banmusy, kemudian akan keluar rekomendasi, dan akan kami kami paripurnakan,” pungkas Ketua DPC Gerindra Kabupaten Madina ini. (mag 01/fabe)

iklan usi