News

Demi Cairkan Bansos Covid-19, Oknum Honorer Diduga Duplikatkan Data Warga

ASAHAN,FaseBerita.ID– Husni Rahayu, melaporkan seorang tenaga honorer berinisial HS yang diketahui bekerja di Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Kabupaten Asahan.

Menurut Husni Rahayu, HS telah menggelapkan dana bantuan sosial (bansos) bagi pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang terdampak Covid-19 yang seharusnya menjadi haknya. Bahkan kasusnya kini sudah bergulir ke Pengadilan Negeri Kisaran.

“Saya ditawarinya (HS, red) mendaftar untuk dapat bansos ini. Itu sekira bulan September 2020. Berkasnya saya berikan ke dia di kantor dinas. Tidak melalui kelurahan atau kecamatan,” kata Husni Rahayu, warga Kisaran Timur yang mengaku menjadi korban penggelapan bansos saat ditemui wartawan di Pengadilan Negeri Kisaran, Senin (22/3).

Karena mengetahui HS bekerja di Dinas Koperindag, korban percaya untuk menyerahkan berkasnya. Beberapa saat kemudian, data usaha yang diusulkan Rahayu untuk mendapat bantuan lolos dan terverifikasi hingga akhirnya ia mendapat pemberitahuan untuk pembukaan rekening di bank.

“Tapi saya gak bisa buat rekening di bank, karena KTP saya hilang. Posisinya waktu itu si HS ini ada menghubungi saya, dia bilang kalau bantuan itu cair,” ujarnya.

Saat itulah Rahayu menduga, HS menduplikatkan identitas administrasi kependudukannya di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Dan hal itu diakui oleh petugas dinas tersebut saat ia mengonfirmasi ke sana, bahwa ada orang lain yang mencetak KTP atas nama dirinya (korban).

“Penasaran saya cek lagi ke bank, ternyata pelaku sudah buat rekening atas nama saya dan melakukan penarikan uang Rp2,4 juta. Saya ada buktinya, foto si HS ini menyuruh temannya saat menunjukkan bukti pencairan di bank itu, penerima bantuan kan wajib difoto sama bank, jadi ini buktinya jelas,” kata Rahayu lagi sambil menunjukkan foto pelaku.

Tak ingin data-datanya disalahgunakan lebih jauh, ia kemudian melaporkan penggelapan tersebut di Polres Asahan pada 4 Januari 2021 lalu. Pada perkembangannya, polisi menetapkan dua tersangka, yakni oknum berinisial HS dan SR pada sanksi tindak pidana ringan (tipiring) yang saat ini dalam proses persidangan di Pengadilan Negeri Kisaran.

“Iya masuk tipiring itu, lagi disidangkan di PN. Tanyakan ke sana perkembangannya,” kata AKP Ramadhani, Kasat Reskrim Polres Asahan yang dikonfirmasi wartawan.

Sementara itu, Roger Situmorang selaku Kepala Bidang UMKM pada Dinas Koperindag Asahan, tak menyangkal kasus tersebut dan membenarkan jika salah seorang pelaku merupakan oknum honorer di dinasnya.
“Iya benar, dia itu mantan oknum honorer kita tapi sekarang sudah tidak lagi. Kontraknya tak diperpanjang sejak Januari,” kata Roger.(per/fabe)