News

Daur Ulang Limbah Kertas Disulap Jadi Donasi Dana Pendidikan

FaseBerita.ID – Hari Lingkungan Hidup Sedunia diperingati setiap tahun pada tanggal 5 Juni demi meningkatkan kesadaran global akan kebutuhan untuk mengambil tindakan lingkungan yang positif bagi perlindungan alam dan planet Bumi.

Di Indonesia sendiri, pada tahun 2019 jumlah timbunan sampah secara nasional diperkirakan sebesar 175.000 ton per hari atau setara dengan 64 juta ton per tahun, dengan asumsi sampah yang dihasilkan setiap orang per hari sebesar 0,7 kg.

Jika dilihat dari komposisinya, jenis sampah kertas memiliki andil sebesar 10%. Melihat fakta tersebut, 3M Indonesia menjalankan program daur-ulang kertas sebagai bentuk partisipasi kepedulian akan lingkungan hidup, sekaligus menjadi langkah untuk mendukung pendidikan anak-anak Indonesia.

“Program pemanfaatan limbah kertas merupakan salah satu wujud komitmen 3M Indonesia untuk meningkatkan kualitas hidup (Improving Every Life) masyarakat Indonesia serta memberikan dampak positif bagi lingkungan. Oleh karenanya melalui pengelolaan limbah kertas ini, kami turut berpartisipasi memberikan donasi biaya pendidikan untuk anak jalanan dan warga belajar untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Hal tersebut dikarenakan kami percaya bahwa pendidikan merupakan senjata yang mampu mengubah dunia,” ujar Sashidharan Sridharan, Managing Director 3M Indonesia dalam siaran persnya kepada Suara.com, Selasa (18/6).

Tahun ini, merupakan tahun kedua 3M Indonesia bekerjasama dengan Yayasan Nara Kreatif yang merupakan badan kewirausahaan sosial bergerak dalam pengolahan limbah perusahaan (green office) dan lembaga pendidikan (green education) yang menaungi anak jalanan.

Disinilah dua ton limbah kertas yang dikumpulkan dari 3M Indonesia diolah menjadi kertas daur ulang dan di produksi menjadi souvenir seperti buku agenda, game board, dan produk lainnya untuk dijual kembali kepada perusahaan penyumbang kertas, yakni 3M Indonesia. Kemudian hasil penjualan souvenir tersebut digunakan untuk dana bantuan beasiswa pendidikan.

Setiap 15 kg kertas bekas yang terkumpul, dapat membiayai satu bulan biaya pendidikan satu anak selama satu tahun.

Setiap program yang dilaksanakan 3M ini, bertumpu pada tiga bidang prioritas: Science for Circular: Solusi desain yang dapat menciptakan lebih banyak kegunaan dengan material lebih sedikit, untuk memajukan ekonomi lingkaran global.

Science for Climate: Inovasi untuk mendekarbonasikan industri, mempercepat solusi untuk menghadapi iklim global, dan meningkatkan jejak lingkungan kita.

Science for Community: Menciptakan dunia yang lebih positif melalui sains, dan menginspirasi orang untuk ikut serta.

Sebagai perusahaan yang berkomitmen dalam pemeliharaan lingkungan, 3M Indonesia percaya bahwa kebijakan dan peraturan lingkungan harus dipandu oleh pengambilan keputusan berbasis sains.

Program pengembangan pendidikan yang dijalankan oleh 3M Indonesia ini telah diterima oleh 21 anak di bawah naungan Yayasan Nara Kreatif, Jakarta. (int)

USI