News

Data BST Disandingkan dengan Penerima Bantuan Kemensos

FaseBerita.ID – Adanya permasalahan penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) kepada warga yang terdampak virus corona (Covid-19) seperti di Kelurahan Toba yang mengutamakan perangkat kelurahan dan warga mampu, membuat Dinas Sosial bingung.

Bahkan, Kepala Bidang (Kabid Sosial) Dinas Sosial dan P3A Kota Pematangsiantar Risbon Sinaga langsung angkat bicara. Menurutnya, data para penerima BST berasal dari Lurah. Kemudian lanjut ke Dinsos dan P3A. Selanjutnya, data tersebut lanjut dikirim ke Kemensos RI.

“Kadang membingungkan, setelah kita input data melalui aplikasi SIKS NG, itu jadi disetujui oleh Pusdatin. Bahkan, ada Berita Acara Serah Terima (BAST) juga lewat online,” katanya.

Dijelaskan Risbon, setelah nama turun dari PT Pos, malah membuat mereka bingung.

“Nama yang tidak kita usulkan malah muncul. Bahkan ada yang sudah meninggal muncul juga. Sedangkan nama yang disetujui tidak muncul di undangan,” bebernya.

Dalam pemberian bantuan itu, katanya, ada yang dalam satu Kepala Keluarga (KK) malah mendapat undangan sampai tiga orang. Sehingga hal itu mengakibatkan kegaduhan ditengah masyarakat.

“Kita lihatlah akhirnya, justru Lurah menjadi sasaran amarah. Padahal pihak kelurahan sudah berupaya semaksimal mungkin agar bansos tepat sasaran. Tapi ini banyak juga undangan yang tidak disalurkan ke warga,” terangnya.

Ia juga mengatakan masih banyak undangan yang tidak disalurkan ke warga, lengkap dengan berita acara karena double. Misalnya, masih ada yang sudah meninggal tanpa ahli waris, pindah domisili atau tidak ditemukan, bahkan ada yang terdaftar sebagai penerima Bansos seperti PKH atau BPNT, juga ada yang sudah ASN. Namun terdafyar sebagai penerima BST.

“Hal ini sudah kita pertanyakan ke Kemensos lewat WA group, jadi disarankan agar kita melakukan penghapusan data tersebut lewat aplikasi SIKS NG. Hari Selasa depan, kita akan sandingkan data yang di BAST dan Nama penerima dari PT Pos,” tutupnya. (Mag 04)

USI