News

Dampak Covid-19, Perantau Pulang Kampung

FaseBerita.ID – Warga yang mudik atau pulang kampung ke Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) pasca dampak penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19) terus meningkat.

Informasi yang dihimpun dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Paluta diketahui, jumlah warga yang pulang kampung ke Kabupaten Paluta yang masuk dalam kategori Pelaku Perjalanan Dipantau per tanggal 6 April 2020 sudah mencapai 2.064 orang yang sebelumnya hanya 1.915 orang.

Mereka didominasi oleh pelajar atau mahasiswa karena diliburkan sementara. Disusul oleh pekerja yang berdomisili di luar Paluta yang mungkin diliburkan atau meliburkan diri akibat dampak Covid-19.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Paluta Lairar Rusdi Nasution menyampaikan, bahwa mereka yang mudik atau pulang kampung ke daerah Kabupaten Paluta di data sebagai Pelaku Perjalanan Dipantau.

“Semua warga yang pulang kampung ke daerah kita ini dilakukan pemeriksaan kesehatan. Kepala desa, Kepala Lingkungan dan camat wajib melaporkan warganya yang baru pulang dari luar daerah,” kata Lairar.

Sebutnya, sebaran Pelaku Perjalanan Dipantau itu terbanyak berada di Kecamatan Padang Bolak 544 orang, disusul Halongonan Timur 238 orang, Batang Onang 224 orang.

Kemudian, Kecamatan Dolok 191 orang, Portibi 171 orang. Simangambat 146 orang, Padangbolak Tenggara 128 orang, Halongonan 111 orang, Dolok Sigompulon 108 orang. Padangbolak Julu 81 orang, Ujung Batu 64 orang dan Hulu Sihapas 58 orang.

Selain itu, guna mengantisipasi penyebaran Covid-19, Pemerintah Kabupaten Paluta mendirikan tiga posko di pintu masuk atau perbatasan ke daerah Kabupaten Paluta.

Adapun ketiga posko yang di dirikan yakni, perbatasan Paluta-Labusel tepatnya di Desa Sihopuk, Kecamatan Halongonan Timur. Perbatasan Paluta-Padang Sidempuan tepatnya Aek Godang, Kecamatan Hulu Sihapas dan posko perbatasan Paluta-Palas tepatnya di Desa Portibi, Kecamatan Portibi. (ais)

iklan usi