News

Dalam Sehari, 11 Warga Batu Bara Positif Covid-19

FaseBerita.ID – Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Batu Bara mengumumkan penambahan kasus positif Covid-19 yang mengalami peningkatan dalam dua pekan terakhir. Dalam waktu sehari , 11 warganya dinyatakan positif. Ini membuat daerah pemekaran Asahan tersebut berstatus tanggap darurat.

11 kasus positif baru  tersebut seluruhnya berasal dari satu tempat di salah satu klinik yang berada di Kabupaten Batu Bara, masing masing berinisial NA, KS, ND, EY dan AA bekerja sebagai perawat. TM, YS dan ZL bekerja sebagai cleaning service. KI sebagai analis laboratorium. Serta RM dan GS sebagai pekerja apotik.

Hal itu diterangkan oleh Juru Bicara GTPP Covid-19 Kabupaten Batu Bara, drg Wahid Khusyairi saat melaporkan perkembangan dana status virus corona  di daerahnya, Selasa (7/7) sore.

“Sehingga total kasus Covid-19 di Kabupaten Batu Bara hingga tanggal 7 Juli mencapai 21 kasus terkonfirmasi positif,” kata drg Wahid Khusyairi berdasarkan laporan perkembangan yang diperoleh wartawan.

Adapun, riwayat kasus tersebut bermula terjadi pada tanggal 22 Juni 2020 seorang pasien berinisial NLN (terkonfirmasi positif) berobat di IGD klinik tersebut, dengan gejala sakit perut, batuk dan demam. Pasien itu datang di instalasi rawat jalan. Karena kondisi yang terus menurun dimasukkan ke ruang rawat inap, dan selanjutnya menjalani opname pada tanggal 22-26 Juni 2020.

Pada 26 Juni 2020, suami NLN meninggal dunia dan ia ingin pulang karena sang suami meninggal. Saat itu juga dilakukan rapid tes terhadap NLN hasilnya non reaktif lalu diizinkan pulang. Namun, hari itu juga pasien kembali ke IGD pada pukul 17.30 WIB dengan keluhan batuk berdahak dan sakit perut.

Selanjutnya, pada tanggal 28 Juni 2020 kembali dilakukan rapid test terhadap NLN dengan hasil samar. Pada tanggal 29 Juni 2020, dilakukan pengambilan swab dan dikirim ke rumah sakit PHC Belawan Medan, dikarenakan terjadi penurunan kadar SpO2 dan harus menggunakan alat bantu, langsung dirujuk ke RS Murni Teguh Medan.

Kemudian, pada tanggal 30 Juni 2020, hasil swab test pasien dikeluarkan oleh PHC Belawan dengan hasil, NLN konfirmasi positif covid-19. Selunjutnya, pada tanggal 2 – 3 Juli 2020, terhadap tenaga medis yang menangani pasien dan tenaga kebersihan dilakukan swab test serta mengirimkan sempel ke RS PHC di Belawan.

“Kesimpulannya adalah, proses penularan dan penyebaram covid-19 telah terjadi transmisi lokal sehingga daerah ini memiliki resiko tinggi bagi penularan dan penyebaran covid-19 di Kabupaten Batubara. Untuk itu status siaga covid-19 menjadi tanggap covid-19,” ujarnya.

Selain itu, dalam laporan perkembangan kasus covid-19, ia menyarankan untuk melalukan pengawasan dan pengaturan ketat pada tempat-tempat/ fasilitas publik yang rentan untuk terjadinya penularan dan penyebaran covid-19, seperti pasar, kantor, cafe, tempat wisata dan area publik lainnya.

“Kita dan masyarakat bersama-sama mengawasi dan memantau warga yang sedang melakukan isolasi mandiri untuk menjalankan dengan baik dan benar dengan memberi dukungan sosial serta tidak membuat stigma negatif terhadap warga tersebut,” imbaunya. (per/rah)