News

Curhatan Keluarga TKI Dibunuh di Malaysia: Kami dapat Info Pelaku dari Tetangga Korban

FaseBerita.ID – Pembunuhan yang terjadi terhadap Kesuma Hayati Aulia Sirait, Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Kabupaten Asahan di Malaysia masih menjadi perbincangan masyarakat. Kesuma Hayati Aulia Sirait menjadi korban pembunuhan, Kamis (24/12) di Klang, Selangor, Malaysia.

Keluarga korban, Mariadi mengaku mereka mendapat informasi dari kerabat di Malaysia, yang menyebutkan pelaku bukan warga Malaysia atau Warga Negara Asing (WNA) lainnya. Kuat dugaan, pelaku yang merupakan tetangga korban, juga Warga Negara Indonesia (WNI) asal Provinsi Nangroe Aceh Darussalam (NAD).

“Kami dapat informasi yang membunuh warga Aceh, tapi si pelaku kabur entah kemana,” kata Mariadi, keluarga korban yang kali pertama mendapatkan kabar duka tentang korban.

Baca juga:

TKW Asal Asahan Dibunuh di Malaysia: Keluarga Mohon Bantuan Pulangkan Jenazah

Dikatakannya, pelaku merupakan tetangga korban dan sedang cekcok dengan pasangannya.

“Pelaku sempat cekcok sama istrinya. Sementara, kamarnya cuma beda dinding dengan kamar keponakan saya. Keponakan saya juga satu kamar dengan korban dan kakaknya korban. Pelaku sudah dicari istrinya, tapi nggak pulang-pulang,” jelasnya.

Lebih lanjut Mariadi menjelaskan, seorang saksi mata melihat ada seorang lelaki yang lompat dari kamar korban menggunakan baju penuh darah.

“Ada bapak-bapak melihat seorang pria lompat dari atas dengan merangkak menggunakan pipa. Dia (saksi, red) awalnya mendengar ada suara teriakan dari kamar,” sebutnya.

Saksi sempat mengatakan hal itu kepada Dinda (kakak korban, red). Namun kakak korban tidak mempercayainya.

“Pas sampai di depan pintu kamar, kamarnya dikunci dari dalam. Terus setelah didobrak, dilihatlah korban sudah berlumuran darah,” katanya.

Mariadi menuturkan, Dinda menilai kejadian itu terlalu cepat. Sebab Dinda bersama sepupunya, Tika, baru keluar hendak membeli makan siang.

“Dia tidak percaya dengan si bapak itu karena waktunya singkat. Mereka pergi hanya untuk mencari makan siang. Namun naas, Hayati Sirait tidak ikut karena mungkin kelelahan,” katanya lagi.

Ia memperkirakan, waktu kejadian berkisar hanya 45 menit. Kemudian, menurutnya sebelum membunuh, pelaku juga sempat memperkosa korban. Hal itu terlihat dengan tanda-tanda saat ditemukan.

“Sempat dipaksa, mungkin karena melawan dan ketakutan, pelaku membunuhnya. Terakhir informasi yang kami dapat, senjatanya tembus ke leher,” tukasnya. (bay/fabe)

USI