News

Curah Hujan Tinggi, 42 Rumah Tertimpa Longsor di Nagori Bayu Muslimin, Simalungun

FaseBerita.ID – Bupati Simalungun JR Saragih  yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Mixnon Andreas Simamora meninjau langsung bencana tanah longsor yang menimpa perumahan warga di Nagori Bayu Muslimin, Kecamatan Tapian Dolok. Sabtu (28/11).

Bencana tanah longsor ini diakibatkan curah hujan deras yang mengguyur wilayah Simalungun sejak kamis kemarin, dan mengakibatkan 42 rumah warga Nagori Bayu Muslimin tertimpa bencana tanah longsor dibeberapa lokasi berbeda.

Pangulu Nagori Bayu Muslimin, Ahmad Simbolon kepada Sekda menerangkan, bahwa kejadian longsor ini berawal pada Kamis sore (26/11), yang mengakibatkan sekitar 20 rumah warga mengalami kerusakan akibat bencana tanah longsor ini.

Pihak Kecamatan dibantu aparat TNI dan Polri bersama warga segera melakukan pembersihan material longsor untuk membuka akses jalan dan sekaligus pembersihan rumah-rumah.

“Belum selesai pembersihan longsor pertama, pada Jumat malam (27/11), hujan deras datang kembali dan longsor susulan kembali terjadi sehingga menambah jumlah rumah warga yang terkena longsor bertambah menjadi 42 rumah,” ujarnya.

Dirinya juga berharap, Pemkab Simalungun memberikan bantuan untuk membantu masyarakat yang terkena bencana longsor ini dan mengatasi agar longsor tidak lagi terjadi. Menurutnya, bencana longsor ini hampir setiap tahun selalu menimpa warga di Nagorinya.

Sekda Simalungun Mixnon Simamora saat mengunjungi lokasi longsor di Nagori Bayu Muslimin, Tapian Dolok.

Sekretaris Daerah Kabupaten Simalungun, Mixnon Andreas Simamora didampingi Asisten I Albert Saragih, Sekretaris BPBD Simalungun Manaor Silalahi dan Camat Tapian Dolok Sakban Saragih usai meninjau lokasi longsor menyampaikan bencana tanah longsor ini diakibatkan oleh curah hujan yang tinggi sekarang ini serta letak geografis Nagori ini yang berbentuk kuali dan dikelilingi perbukitan.

Sekda juga menambahkan, sebagai langkah awal sesuai dengan yang diperintahkan Bupati Simalungun, pihaknya akan memberikan bantuan sosial berupa bantuan sembako dan bantuan alat berat untuk membantu pemulihan kondisi Nagori tersebut.

“Langkah berikutnya, nanti kita akan koordinasi dengan OPD terkait dan Konsultan, untuk menetapkan langkah langkah antisipasi agar bencana tanah longsor dan juga banjir karena penyempitan sungai tidak terjadi lagi pada Nagori dengan bentuk yang seperti kuali ini,” ujar Sekda.

Selain itu, sebagai langkah lanjutan, Sekda juga merencanakan penanaman pohon tanaman keras pada perbukitan yang mengelilingi Nagori tersebut sebagai langkah pencegahan erosi dan pelebaran sungai untuk menghindari banjir serta langkah lainnya agar kejadian serupa tidak terulang lagi kedepannya.

Pada kesempatan tersebut, Sekda juga menghimbau kepada masyarakat yang bermukim tepat di bibir tebing perbukitan tersebut untuk mengungsi sementara ketempat yang aman.

“Bagi masyarakat yang rumahnya tepat di pinggir perbukitan untuk sementara agar mengungsi dulu. Karena sekarang ini curah hujan masih sangat tinggi dan dikhawatirkan longsor susulan masih dapat terjadi,” tambah Sekda. (esa/fi)

USI