News

Convalescent Plasma ke Pasien Covid-19 Mulai Diterapkan

Pasien Membaik

JAKARTA, FaseBerita.ID – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa menggelar teleconferen dengan jajaran RSPAD Gatot Soebroto Jakarta, Selasa (12/5). Dalam teleconference kali ini dibahas mengenai dua hal. Yakni convalescentplasma atau terapi plasma darah untuk pasien Covid-19, dan rapid test sebagai syarat penerbangan.

Direktur Pembinaan dan Pengembangan RSPAD Gatot Subroto, Kolonel CKM Nana Sarnadi mengatakan, sudah ada dua pasien terapi plasma darah yang dipindah ke ruang rawat dari ruang isolasi. Kondisi pasien saat ini semakin membaik.

”Untuk pasien ketiga, yang baru diberikan plasma hari Rabu lalu, saat ini kondisinya baik dan akan diberikan terapi Iagi tanggal 9 Mei besok,” kata Nana.

Dia menuturkan, pihak RSPAD terus melakukan evaluasi setiap hari terhadap pasien untuk kemajuan klinis, laboratoris, maupun radiologis. Setiap pasien diberikan satu kantong berisi 100 cc dalam tiga kali pemberian dengan respons pasien yang signifikan.

Penggunaan plasma 100 cc merupakan hal baru dalam penanganan Covid-19. Pasalnya, berdasarkan penelitian di luar negeri, plas diberikan sebanyak 200-600 cc.

“Namun kami sangat hati-hati karena dalam plasma, walaupun serum, ada butir-butir protein yang harus kami waspadai dengan respon reaksi alerginya, sehingga kami berikan dalam dosis Iebih sedikit,” jelas Nana.

Dia juga melaporkan kepada KSAD bahwa RSPAD merupakan rumah sakit pertama di Indonesia yang terapkan sistem terapi plasma darah untuk pasien Covid-19. Namun, saat ini ada 9 rumah sakit pendidikan yang masuh membahas protokol penelitian.

”kontrol protokol penelitiannya dari RSPAD. Sampai saat ini belum ada, RSPAD merupakan rumah sakit pertama (yang melakukan terapi plasma),” jelas Nana.

Diakhir teleconference Andika menekankan terkait aturan baru untuk seseorang melakukan penerbangan yakni harus mengantongi hasil rapid tes. Dia menegaskan bahwa RSPAD membuka dua kali dalam sehari pelayanan rapid test.

“Saya mengantisipasi adanya pihak yang datang untuk rapid test. RSPAD dapat melayani siapa saja, namun harus mengikuti jadwal RSPAD karena hasil tes tersebut berlaku 7 hari untuk melakukan penerbangan,” pungkas Andika.(jp/fi)