News

Cerita Bocah Perempuan Dianiaya Ibu Kandung

Dipukul Pakai Sendok Panas dan Direndam dalam Drum

SIMALUNGUN, FaseBerita.ID – Telapak tangan luka, kepala bengkak, kedua mata lebam dan kebiruan, punggung bergaris-garis, dan telinga lecet. Begitulah kondisi VM (8), bocah perempuan berusia delapan tahun yang mengalami tindakan kekerasan oleh ibu kandungnya, PM. Peristiwa itu terjadi di Dusun Parmonangan, Nagori Pondok Bulu, Kecamatan Dolok Panribuan, Kabupaten Simalungun.

Kejadian itu terungkap setelah beberapa warga melapor ke polisi. Segera, polisi langsung bergerak dan mengamankan PM. Setedangkan VM, dibawa ke Puskesmas Dolok Panribuan untuk dirawat.

Kepala Puskesmas Pondok Bulu Riona Damanik mengatakan, VM mengalami luka di sekujur tubuhnya. Ternyata, ia kerap dianiaya ibu kandungnya.

“Saya pernah dipukuli pakai sendok panas, waktu itu ibu saya menggoreng ikan. Akibatnya telapak tangan saya luka. Saya juga dipukuli pakai selang air,” cerita VM saat ditemui di Puskesmas.

Tak hanya itu, ternyata VM yang masih duduk di kelas 2 Sekolah Dasar (SD) juga pernah direndam di dalam drum berisi air dalam kondisi telanjang sambil dipukuli kepala dan matanya.

Minggu (20/10/2019) sekira pukul 15.00 WIB, VM kembali dianiaya ibu kandungnya. Saat itu, ada seorang tetangga, Erwisno Sitepu (26) mendatangi rumah mereka setelah mendengar jeritan korban yang menangis dan kesakitan. Ternyata VM direndam ibunya di dalam drum dengan kondisi tanpa busana.

Melihat kondisi korban yang memrihatinkan, Erwisno langsung membawanya ke Puskesmas Pondok Bulu. Keesokan harinya, Senin (21/10/2019) sekira pukul 14.30 WIB, Erwisno melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Dolok Panribuan.

Erwisno dalam laporannya menyebutkan, Minggu (20/10/2019) sekira pukul 15.00 WIB, ia dan keluarganya baru pulang dari gereja. Saat sedang makan bersama, ia Erwisno mendengar suara tangisan dari arah rumah korban. Penasaran,erwisno mendatangi rumah tersebut. Alangkah terkejutnya dia melihat VM menangis dengan posisi berdiri di dalam drum berisi air.

Baca sebelumnya: Disiksa Ibunya, Mata dan Tubuh Bocah Perempuan Luka-luka

Tak tega, Erwisno langsung mengangkat korban yang ternyata tidak mengenakan pakaian sama sekali.

“Daripada anak ini mati, lebih baik saya dulu (yang mati),” kata Erwisno saat itu kepada ibu korban. Lantas, Erwisno membawa korban berobat ke Puskesmas.

Kapolsek Dolok Panribuan AKP H Sinambela via telepon selulernya, Selasa (22/10/2019) sekira pukul 13.00 WIB, membenarkan laporan pengaduan tersebut.

“Ya, Laporan pengaduan tentang tindak pidana kekerasan terhadap anak di Pondok Bulu sudah kita terima. Korban saat ini sudah dititipkan sama tetangganya, Erwisno Sitepu,” ujarnya.

Sinambela menerangkan, korban selama ini tinggal bersama ibu dan bapak tirinya. Sedangkan ayah kandungnya telah lama bercerai dengan ibunya.

“Selama ini korban satu rumah dengan ibu kandung dan dengan ayah tiri. Ayah kandungnya, bernama Selamat sudah lama cerai dengan ibu korban,” sebutnya.

Sinambela mengatakan, PM tega menyiksa putri kandungnya karena korban sering makan garam dan penyedap rasa di rumah.

“Katanya dipukuli gara-gara si anak itu sering makan garam, makan penyedap rasa, dan terus mengambil uang,” jelasnya. (tom/mag-05)

USI