News

Cegah Covid-19, Pengunjung Onan Parlilitan Diminta Turuti Himbauan Pemerintah

Humbahas, FaseBerita.ID-Virus Corona yang sedang mewabah bukan hanya menggemparkan dunia, tetapi juga menggetarkan hati seluruh umat manusia di belahan dunia. Banyak negara di dunia mengonfirmasi terinfeksi virus mematikan yang dikenal dengan Covid-19 itu.

Pemerintah, baik pusat maupun daerah telah mengambil berbagai langkah untuk memerangi virus tersebut. Salahsatu upaya yang dianggap paling efektif adalah memutus mata rantai penyebaran virus corona dengan melakukan social distancing (pembatasan interaksi, red).

Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) juga menerapkan imbauan pemerintah pusat, yakni meliburkan sekolah, meminta warga agar menghindari sebisa mungkin kontak dengan orang atau benda, menghindari kegiatan yang sifatnya mengumpulkan massa, beribadah dari rumah dan hal-hal lain yang sifatnya dirasa dapat mencegah penyebaran virus corona.

Akan tetapi, meski demikian, tidak ada himbauan secara spesifik yang diterapkan oleh pemkab terkait kegiatan di pasar tradisional yang sifatnya memang selalu ramai oleh pengunjung. Baik calon pembeli maupun para pedagang di pasar itu sendiri.

Di onan (Pasar) Parlilitan, misalnya. Pasar yang hanya beroperasi setiap hari Selasa ini selalu ramai dengan pembeli atau pedagang. Bahkan ada pedagang atau toke (pengepul) yang datang dari luar daerah. Namun, sampai Senin (23/3) belum terlihat perlakuan khusus upaya pencegahan covid-19, seperti penyemprotan desinfektan atau penyediaan wastafel portebel untuk cuci tangan pada keempat pintu masuk onan tersebut, oleh pemerintah melalui dinas terkait. bahkan selebaran berupa himbauan kepada masyarakat pun, tidak terlihat samasekali pasar itu.

Menyikapi hal itu, Camat Parlilitan Eliapzan Sihotang mengakui tidak ada himbauan secara spesifik terkait teknis untuk mencegah penyebaran virus corona di pasar Parlilitan. Akan tetapi dia meminta semua masyarakat pelaku pasar agar tetap menuruti imbauan yang telah disampaikan oleh pemerintah melalui media sosial dan surat edaran demi kesehatan masing-masing. “Menjaga jarak aman, minimal satu meter; hindari kontak langsung. jangan berdesakan. Ini semua demi kesehatan kita bersama,” kata Eliapzan melalui selluernya, Senin (23/3).

Terkait upaya lainnya, seperti penyemprotan cairan desinfektan dan penyediaan wastafel (tempat mencuci tangan) Eliapzan menyebut, saat ini pemkab sedang mengupayakan dan berjanji secepatnya akan menggelar rapat dengan Forum Pimpinan Kecamatan untuk mengambil kebijakan dalam upaya semaksimal mungkin mengambil langkah kebijakan mencegah penyebaran covid-19. “Upaya terkait gambaran hal tadi, sesuai gambaran Pak Sekda, tadi dikatakan bahwa besok bahan-bahan tersebut akan sampai di Humbahas. dan secepat mungkin akan dilakukan,” tukasnya.

Kadis Kopedagin Randa F Marbun terkesan mengelak saat diminta keterangan. Dia menyebutkan pihaknya sedang ada acara. “Bentar ya, pak. Bentar pak. Ini kami sedang ada acara. kami buat jahe-jahe,” singkatnya.

Sementara itu, terpisah, beberapa warga di kecamatan Parlilitan mengeluhkan sulitnya mendapatkan alat pelindung diri, seperti masker, hand sanitizer dan cairan desinfektan. Pasalnya, Pemkab Humbahas melalui Fun pagenya di laman Facebook tanggal 20 maret mengunggah hasil rapat evaluasi kesiapan terhadap penyebaran covid-19.

Dari dua belas hasil rapat yang di unggah, terdapat salah satunya ketersediaan masker pada poin 6.b. berdasarkan unggahan tersebut sejumlah netizen mempertanyakan cara untuk mendapatkan masker tadi melalui kolom komentar. Fun page Pemkab Humbahas menjawab agar warga dapat memperolehnya dari Puskesmas terdekat. Seperti yang terlihat pada komentar pemilik akun Centriana Tinambunan Ana. Namun setelah dicek, barang tersebut jtidak ada.

Senada dikatakan Solon Hasugian. pemilik rumah makan kuliner daging kuda di Parlilitan itu juga mengaku kecewa dengan unggahan Pemkab Humbahas itu. “Bohong itu. Saya sudah minta ke Puskesmas, tidak ada masker di sana,” ketusnya (sht/fi)

USI