News

Cari Ikan di Sungai, Ayah 3 Anak Tewas Tenggelam

FaseBerita.ID – Niat Basaruddin Hutasuhut (40) mencari ikan untuk lauk sahur malah berujung maut. Warga Tandihat, Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan ini ditemukan meninggal setelah tenggelam di Aek Hasugian, Kamis (9/5) sekira pukul 02.30 WIB.

Menurut Kepala Desa Tandihat Ranto Panjang Sipahutar, Rabu (8/5) malam selepas berbuka puasa, korban bersama dua temannya berangkat menuju Aek Hasugian yang ada di wilayah Desa Sihopur dan Siapporik Lombang.

Korban mencari ikan bersama dua rekannya, Asrul Fandy Sipahutar dan Yahya Mulia, dengan cara berenang ke dalam lubuk dengan membawa panah (mametok). Mereka menyelam menggunakan senter sekitar pukul 19.30 WIB.

Sekira satu jam mametok ikan mereka lalu beristirahat, sekira pukul 21.00 WIB korban kembali menyelam ke salah satu lubuk ikan yang kedalamannya airnya mencapai lima meter.

“Lima menit menyelam korban tidak muncul -muncul. Merasa curiga, saksi korban melakukan penyelaman ternyata korban sudah tidak nampak yang didapati hanya sebuah senter yang masih menyala di dasar sungai,” katanya.

Menyadari Basaruddin hilang (tenggelam) lantas saksi korban Yahya Mulia meminta bantuan Herman teman group pencari ikan lainnya melaporkan kejadian tersebut Kepala Desa setempat sekira pukul 22.00 WIB.

Selanjutnya, masyarakat Desa Tandihat dan Siamporik Lombang melakukan pencarian korban dengan menyelam, sekira pukul 02.30 WIB dini hari jasad korban berhasil ditemukan di lokasi awal korban menyelam mametok ikan.

Diungkapkannya, korban meninggalkan istri dan tiga anak. Anaknya yang paling besar masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD). Jasad korban telah dijemput saudaranya untuk dimakamkan di Desa Panobasan, Kecamatan Angkola Barat.

Korban dan keluarga memang berasal dari Desa Panobasan, dan baru menetap dan menjadi warga Sitandihat sekitar 5 tahun terakhir. “Saudaranya dari Panobasan sudah menjemputnya tadi menjelang subuh. Mereka kami lepas bersama tokoh masyarakat (Hatobangon),” ucapnya. (ran)