News

Cari Cacing, Bocah Tewas Tenggelam di Sungai

ASAHAN, FaseBerita.ID – Ilham Syahputra, bocah berusia 6 tahun, warga Dusun V, Desa Air Joman Baru, Kecamatan Air Joman, Asahan, ditemukan tewas tenggelam di aliran Sungai Silo, Kecamatan Datuk Bandar, Kota Tanjungbalai, Senin (2/7/2019) sekira pukul 08.00 WIB.

Informasi dihimpun dari warga, kejadian itu berawal saat Ilham dan tiga orang temannya sedang memancing di sekitar lokasi kejadian. Pada saat itu korban pergi mencari cacing sebagai umpan dan setelah selesai korban menuju pinggiran sungai dengan maksud hendak mencuci tangan.

Salah satu teman korban bernama Gilang melihatnya saat mencuci tangan sesaat itu juga tiba-tiba korban terpeleset dan jatuh ke sungai kemudian tenggelam.

Dari kejadian itu, Gilang memberitahukan kepada teman lainnya, selanjutnya bersama-sama melaporkan hal tersebut kepada keluarga korban.

Kemudian pihak BPBD Kabupaten Asahan berkooordinasi dengan pihak BASARNAS Pos Tanjung Balai, BPBD Kota Tanjungbalai, Forkopimcam Air Joman dan Pemerintah Desa setempat melakukan pencarian.

Pencarian hari pertama, korban belum ditemukan dan pencarian dilanjutkan keesokan harinya, Selasa (2/6/2019).

Selanjutnya, di hari kedua Selasa (2/6/2019) sekira pukul 07.45 WIB, korban ditemukan oleh warga yang hendak mandi di Sungai. Di situ ia melihat korban dalam keadaan terapung dan meninggal dunia di pingiran Sungai Silau tepatnya di Lingkungan I, Kelurahan Sejahtera, Kecamatan Tanjung Balai Utara, Kota Tanjung Balai.

Atas penemuannya itu, warga tersebut melapor kepada pihak BPBD Kota Tanjungbalai. Selanjutnya BPBD Kota Tanjungbalai menginformasikan kepada BPBD Kabupaten Asahan dan BASARNAS Pos Tanjungbalai.

Kemudian BPBD Kabupaten Asahan bersama-sama dengan BPBD Kota Tanjungbalai dan BASARNAS Pos Tanjungbalai turun ke lokasi dan langsung mengevakuasi korban dari sungai. Korban langsung dibawa ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga.

Kapolres Tanjungbalai AKBP Irfan Rifai membenarkan kejadian tersebut. Atas penemuan mayat ini, keluarga korban pasrah dan menerima serta tidak bersedia untuk dilakukan visum.

“Orangtua korban sudah membuat surat pernyataan bahwa korban tidak bersedia di visum,” tandasnya. (bay/ck04)