News

Candu Lem Kambing, Anak 13 Tahun Gantung Diri

Warga: Setiap Hari Dia Mengemis

FaseBerita.ID – Kawasan Pajak Sore, Desa Pakam, Kecamatan Medang Deras, Kabupaten Batubara digegerkan dengan ditemukannya seorang remaja berusia 13 tahun tergantung di pohon mangga, Senin (18/1) sekitar pukul 14.00 WIB.

Remaja berinisial R ini dikenal warga sebagai anak yang sering berkeliaran di seputar pajak sore tersebut dan kesehariannya meminta minta sedekah dari warga sekitar. Ia juga dikenal sebagai pecandu lem kambing karena sering dilihat warga menghirup lem.

Anak tersebut ditemukan dalam kondisi tewas tergantung. Diduga ia berhalusinasi dan mabuk lem kambing sehingga tak sadar dan tanpa diketahui orang lain, menggantungkan lehernya sendiri menggunakan tali di pohon mangga.

Baca juga:

Tukang Las Tewas Gantung Diri di Bangunan Aset Milik Pemkab

Salah seorang warga, Wak Itam (70) merupakan orang yang kali pertama melihat R sudah tak bergerak dalam posisi tergantung. Seketika, kejadian itu membuat warga heboh dan melaporkannya ke aparat kepolisian terdekat.
Kapolsek Medang Deras AKP Muhammad Iskad, membenarkan peristiwa tersebut.

“Berdasarkan keterangan warga, diduga korban sering mengonsumsi lem kambing sehingga kerap berhalusinasi. Ia juga jarang pulang ke rumah keluarganya,” katanya.

Setelah diperiksa oleh petugas puskesmas, korban dinyatakan meninggal dunia. Tidak berapa lama kemudian setelah dihubungi, datang personel Polsek Medang Deras untuk melakukan cek di lokasi kejadian.

Iskad menyebutkan, setelah dilakukan identifikasi dan visum luar oleh petugas Puskesmas Pakam, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Sehingga keluarga mengikhlaskan dan tidak dilakukan otopsi terhadap jenazah. Selanjutnya jenazah dibawa ke rumah keluarganya untuk dimakamkan.

Baca juga:

Anggota DPRD Siantar Alex Panjaitan Dikabarkan Gantung Diri

Dikutip dari berbagai sumber, mencium bau lem atau akrab dikenal masyarakat sebagai “ngelem” adalah cara mudah dan murah untuk mendapatkan efek candu. Kebiasaan ini sangat berbahaya apalagi, kalau kebiasaan ini dilakukan selama bertahun-tahun dalam waktu terus menerus akan menyebabkan kerusakan jangka panjang pada fungsi otak.

Sementara itu, dalam penelitian lain disebutkan lem banyak dihirup dapat membuat seseorang bisa merasakan perasaan euforia dan halusinasi. ika ada seseorang yang kecanduan dengan lem, ada baiknya segera memeriksakan diri ke dokter. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik menyeluruh untuk memeriksa kerusakan otak dan sistem saraf pusat; gangguan irama jantung; kerusakan hati; kerusakan ginjal dan masalah paru-paru.

Sementara, tes neurologis akan melihat cedera permanen pada fungsi otak dan memori, kesehatan mental serta kesehatan emosional seseorang. Terakhir, sesi terapi bisa dilakukan dengan melakukan kegiatan rekreasi yang melibatkan aktivitas fisik, seperti musik dan seni. (per/fabe)

USI