News

Calon Bupati Madina dari Jalur Independen, Ini yang Perlu Dipersiapkan…

MADINA, FaseBerita.ID – Bagi calon Bupati maupun calon Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) dari jalur perseorangan yang ingin maju di Pilkada serentak tahun 2020 harus menyiapkan berbagai syarat pendaftaran. Salah satu syarat mutlaknya adalah menyerahkan berkas surat dukungan dari masyarakat.

Divisi teknis Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Madina, Muhammad Ikhsan Matondang, Selasa (30/7/2019) mengatakan, bagi bakal calon yang akan maju lewat jalur perseorangan harus menyerahkan berkas dukungan dari masyarakat pemilih sebesar 8,5 persen.

Itupun, kata Ikhsan. Apabila tidak ada revisi undang-undangan dan peraturan yang dikeluarkan oleh pimpinan mereka di KPU RI.

“Bila tidak ada perubahan atau revisi, persyaratan bagi bakal calon yang akan maju dari jalur perseorangan harus menyerahkan berkas dukungan sebanyak 8,5 persen dari jumlah DPT. Berkas yang kami maksud adalah foto copy KTP dan surat dukungan,” kata Ikhsan.

Ihsan menjelaskan, bila merujuk ke jumlah DPT pada Pilkada sebelumnya (tahun 2015) yaitu 329.684 pemilih. Maka, persyaratan berkas dukungan itu sebanyak 28 ribuan.

“Sesuai jumlah DPT di Pilkada sebelumnya yang berjumlah 329.684, maka berkas dukungan yang harus diberikan bakal calon ke KPU sebanyak 28 ribuan. Tapi, nanti akan kami beritahukan setelah keluar PKPU dari pimpinan,” terangnya.

Mantan Ketua BEM STAIN Madina itu mengatakan, berkas dukungan tersebut meliputi foto copy kartu tanda penduduk (KTP) pemilih dan dilampirkan surat pernyataan dukungan terhadap bakal calon.

Dan, berkas dukungan itu harus tersebar minimal di 12 Kecamatan yang ada di Kabupaten Madina
“Bukan hanya foto copy KTP saja, bakal calon juga harus melampirkan surat pernyataan dukungan. Dan, perlu juga kami sampaikan, berkas dukungan itu harus tersebar minimal di setengah tambah satu dari jumlah Kecamatan yang ada di Madina, sedikitnya ada di 12 Kecamatan penyebarannya.

Nah, meski bakal calon telah melengkapi jumlah berkas dukungan tapi jumlah penyebarannya tidak sesuai, itu tetap tidak memenuhi syarat,” ungkapnya.

Berkas dukungan tersebut kata Ikhsan, nanti KPU akan melakukan verivikasi terhadap si pemilik berkas. “Petugas kita nanti akan melakukan verifikasi langsung turun ke lapangan, kita memastikan si pemilik identitas apakah benar memberikan surat pernyataan mendukung bakal calon itu,” pungkasnya.

Ihsan menambahkan, sejauh ini pihaknya masih menunggu PKPU sebagai acuan teknis mereka menyelenggarakan pelaksanaan Pilkada serentak khususnya di Kabupaten Madina. “Masih menunggu PKPU, itu nanti acuan kita untuk memulai jadwal dan tahapan,” tambahnya. (wan)

USI