News

Buruh Pabrik Mie Kerja di atas 10 Jam Pengusaha: Kami Tidak Memaksa Bekerja

SIMALUNGUN, FaseBerita.ID – Buruh PT Indorasa Prima Sukses Gemilang berunjukrasa di depan pabrik, Selasa (17/9/2019) sekira pukul 10.00 WIB. Mereka yang didominasi emak-emak (kaum ibu) memprotes jam kerja di pabrik mie yang berada di Jalan HOK Salamuddin, Nagori Siantar Estate Kabupaten Simalungun. Kaum ibu mengenakan kaos merah dan membawa spanduk berisi ungkapan protes.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (DPC SBSI) Kabupaten Simalungun Ramlan Sinaga mewakili massa mengatakan para buruh datang untuk menyampaikan kesah keluh para buruh yang telah mereka pendam selama puluhan tahun.

Salah seorang peserta unjukrasa mengaku ia telah bekerja di perusahaan tersebut selama sekitar 16 tahun. Namun tidak memiliki jam kerja yang jelas.

“Waktu kerja kami meleset. Dari jam tujuh pagi sampai jam tujuh malam, malah kadang sampai jam delapan malam. Padahal tak pernah ada uang lembur meskipun kami telah bekerja lewat dari delapan jam. Kami juga tak terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan,” terangnya.

“Bahkan sering kami pulang kerja jam satu dinihari,” tukasnya.

Perwakilan PT Indorasa Prima Sukses Gemilang, Anggun menyampaikan pihaknya telah menjalankan tanggung jawab sebagai perusahaan.

“Kami telah meminta kepada seluruh buruh untuk menyerahkan fotokopi Kartu Keluarga dan KTP untuk mengurus BPJS Ketenagakerjaan, namun mereka belum memberikannya,” katanya.

“Terkait jam kerja, kami tak pernah melakukan penindasan atau pemaksaan terhadap buruh. Jika mereka mau kerja, ya silahkan bekerja. Jika tidak mau, kami juga tidak akan memaksakan,” terangnya.

Kapolsek Bangun AKP B Manurung mengatakan, pihaknya mengapresiasi karena unjukrasa berlangsung damai dan tertib.

“Apabila ada yang perlu dibicarakan, marilah kita bicarakan baik-baik. Jangan ada kesalahpahaman. Sebenarnya semua masalah itu bisa diselesaikan,” ujarnya.

Masih kata B Manurung, semua keluhan telah disampaikan dan telah dijawab pihak perusahaan. Tinggal menunggu kesempatan kedua belah pihak bermusyawarah untuk mengambil keputusan. (mag-03)