News

Buruh Bongkar Muat Pupuk Tuntut Kenaikan Upah

SIANTAR, FaseBerita.ID – Selumlah pekerja yang tergabung dalam organisasi SPSI menuntut haknya di gudang distributor pupuk subsidi di Jalan Mataram, Kelurahan Melayu, Siantar Barat, Selasa (14/5).

Dalam tuntutannya, para buruh bongkar muat ini, meminta kepada pihak distributor pupuk agar memberikan sepenuhnya hak mereka sesuai dengan hasil rapat yang sebelumnya telah disepakati.

N Napitupulu yang mewakili buruh mengatakan, mereka menuntut hak mereka bukan menuntut masalah kenaikan gaji.

“Pada bulan Maret kita sudah mengajukan proposal ke kantor, ke Disnaker dan Bada Graha Reksa (BGR). Maksud kami di sini, misalkan kita harusnya menerima Rp14.000/ton, tetapi yang kita terima hanya Rp11.000/ton jadi kita merasa kalau pihak buruh itu dijolimi,” terangnya.

“Saat kita tanya yang Rp3.000 lagi kemana? Pihak kantor mengatakan untuk biaya listrik, air dan lain-lain. Apa pihak buruh yang harus membayar itu, apa tidak ada dari pemerintah,” ujar Napitupulu.

Napitupulu mengharapkan agar seluruh hak buruh dapat sepenuhnya dibayarkan, karena hasil rapat tahun 2015 sudah ada kesepakatan dan ditanda tangani oleh pihak perusahaan.

Sementara itu, Lukas Sihombing selaku Ketua Bada Graha Raksa (BGR) mengatakan, tidak ada yang tertutup.

“Mari kita saling terbuka. Dan tidak ada pengutipan secara pribadi di sini. Harapan saya marilah bekerja sama,” katanya.

“BGR merupakan perusahaan dari BUMN. Ini adalah aset negara. Dan untuk Biayanya bongkar muat in/out 14.000/ton dan yang sampai ketangan buruh 11.000/ton. Yang 3.000 untuk biaya operasional” terangnya.

“Di bulan Juni ini kita sudah ajukan kontrak baru ke pihak PT PIM (Pupuk Iskandar Muda). Rp20.000/ton, Kita juga harus cek dulu profit margin,” tegas Lukas.

Menurut Lukas, pihak BGR sudah berusaha menaikkan, tetapi masih terkendala sama pihak produsen. “Mohon kesabaran dari teman-teman sekalian, kita akan usahakan. Inilah solusi untuk saat ini yang bisa saya berikan,” tambah Nurhianto dari staf BGR. (mag04/pra)