News

Bupati Tapteng Launching Penyaluran BST kepada 14.356 KK

FaseBerita.ID – Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng) Bakhtiar Ahmad Sibarani me-launching penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Kemensos sebesar Rp600 Ribu per Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang ditujukan untuk 14.356 KK non penerima PKH yang disalurkan melalui PT Pos Indonesia.

“Kepada masyarakat Kabupaten Tapanuli Tengah, kami sampaikan bahwa hari ini kami melepas pihak Kantor Pos yang akan menyalurkan bantuan sosial tunai dari Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) terkait Covid-19, masing-masing memperoleh Rp600 ribu selama 3 bulan. Alhamdulillah, Kabupaten Tapanuli Tengah mendapatkan 14.356 KK di luar PKH yang uangnya langsung diserahkan Kementerian Sosial melalui Kantor Pos langsung kepada yang bersangkutan. Karena Pos yang menerima uangnya dan Pos-lah yang mengantarkan undangannya langsung ke alamat yang sudah diberikan namanya oleh Kementerian Sosial dan uangnya tersebut akan diambil di Kantor Pos,” ujar Bupati Tapteng Bakhtiar Ahmad Sibarani kepada awak media, Senin (11/5).

Bakhtiar menuturkan, hingga pada tahapan saat ini, dari 14.356 KK warga Tapteng yang menerima bantuan itu, sebanyak 7.608 KK dananya telah diterima PT Pos Indonesia. Dan dipastikannya, dana tersebut tidak disentuh oleh pihak Pemkab Tapteng karena penyalurannya murni dilakukan oleh PT Pos Indonesia.

“Jadi tidak ada dari pihak Pemerintah kabupaten Tapanuli Tengah, mulai dari bupati hingga kepling yang memegang dananya, jadi jangan ada fitnah. Uang yang telah sampai ke Kantor Pos sampai hari ini masih untuk 7.608 KK, sisanya akan dikirim secara bertahap oleh Kementerian Sosial,” ucapnya.

Pada kesempatan itu, Bakhtiar juga berharap, apabila ada warga yang merasa dirinya tidak layak menerima bantuan itu karena ekonominya mampu, diharapkan agar tidak menerima bantuan tersebut. Sehingga dana tersebut dapat diusulkan untuk diberikan kepada warga yang lebih layak menerimanya.

“Kalau ada nanti namanya tercantum tapi memiliki ekonomi yang baik, karena datanya ini dari Kementerian Sosial, kami harapkan ini tidak diterima, agar bisa nanti kita usulkan untuk disalurkan ke masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Kami periksa datanya, ini ada yang memiliki mobil dan ada juga yang memiliki rumah sendiri dan kaya. Jadi ini tak layak dibantu dan saya jamin dia ini tidak mau menerima itu,” kata Bakhtiar.

Dan soal pendataan KPM BST tersebut, Bakhtiar menjelaskan sama hal nya dengan pendataan Program Keluarga Harapan (PKH), yaitu tidak dilakukan oleh aparat pemerintah desa/kelurahan.

“Ini sama dengan PKH, karena PKH itu yang mendata pendamping PKH, bukanlah kepala desa, lurah dan bukan juga Kadis Sosial. Kita hanya memberi saran, itupun kalau diterima mereka. Saudara-saudara, kami selalu punya statement, siapapun yang lapar akibat terkait Covid 19, kami yakin Tapanuli Tengah tidak ada ini yang lapar, tapi kalau yang pilih-pilih bantuan itu banyak. Ada beberapa orang yang pilih-pilih bantuan, jadi apabila Bapak mendapat bantuan Rp600 ribu ini tapi merasa tidak layak harap bantuannya dikembalikan,” ucapnya.

Selain BST dari Kemensos untuk 14.356 KK itu yang kini baru berjalan penyalurannya, dan bantuan paket pangan kepada 41.500 KK dari bantuan Pemkab Tapteng, serta bantuan beras untuk 17.000 KK dari bantuan pribadi Bupati Tapteng serta jajarannya yang telah disalurkan kepada warga, Bakhtiar mengatakan sebanyak 36.506 KK warga Tapteng juga akan mendapatkan bantuan sembako dari Pemprovsu.

“Saya, Sekda, dan Kadis Sosial Tapteng sudah berbicara dengan Kadis Sosial Provinsi yang dijembatani oleh Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Utara Rahmansyah Sibarani, kita mendapat 36.506 KK bantuan sembako dari Provinsi Sumatera Utara. Kami Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah sudah melakukan segala cara dan yang sudah di-cover oleh Pemerintah Tapteng serta yang dibayarkan oleh Pemkab Tapteng itu sebanyak 40.000 paket. Tapi pihak rekanan memberikan 41.500 paket dengan kata lain ada 1.500 paket sembako yang diberikan Rekanan Penyedia barang secara gratis, kita tidak melakukan swakelola dan kami tidak mau membuat swakelola karena untuk menghindari fitnah dan datanya bisa dicek,” tuturnya.

Ditambahkannya, apabila ada warga yang membutuhkan dan belum mendapatkan bantuan, dapat disampaikan melalui akun-akun Facebook Pemkab Tapteng secara langsung, yaitu akun Bakhtiar Ahmad Sibarani, akun Humas Tapteng, dan akun Dinas Komunikasi dan Informatika Tapteng.

“Akun Bakhtiar Ahmad Sibarani itu dikelola oleh adik-adik saya, ada lima adminnya yang akan mencek setiap hari. Jadi sampaikan saja, dengan syarat harus menggunakan akun asli dan harus orangnya langsung jangan akun palsu agar kami tau ke mana akan kami salurkan kalau itu akun asli. Jadi jangan mengadu ke Grup Facebook yang didanai oleh Bandar Narkoba yang akun disitu pun 70% akun palsu, yang mana palsu ini adalah perbuatan setan. Karena apabila ada akun palsu, yang kasihan itu orang tuanya, karena dia itu tidak mengakui orang tuanya dan malu membuat nama yang diberikan orang tuanya dan masyarakatpun jangan mengomentari itu, masa kita percaya dengan akun setan. Karena akun-akun sudah kita laporkan dan kita cek, ternyata orangnya itu-itu juga,” sebutnya.

Turut hadir pada pelaksanaan launching penyaluran BST ini, Ketua DPRD Tapteng, Sekretaris Daerah Tapteng Hendri Susanto Lumbantobing, Asisten Administrasi dan Umum Herman Suwito, Kepala Pelaksana BPBD Tapteng Sarifuddin Ananda Nasution, Kadis Sosial Tapteng Parulian Sojuangon Panggabean, Kadis Kominfo Tapteng Dedy Sudarman Pasaribu, Kabag Protokoler dan Komunikasi Pimpinan Darwin Pasaribu, dan Kepala Kantor Pos Cabang Sibolga dan Unit Pandan serta jajaran. (dh)