News

Bupati Tapsel Terima Kunjungan Reses DPR RI: Berharap Tapsel Jadi Kawasan Strategis EBT

FaseBerita.ID – Bupati Tapsel Syahrul M Pasaribu, menerima kunjungan kerja reses anggota DPR RI, fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Dapil II Sumatera Utara (Sumut) Sihar P H Sitorus, di ruang rapat Bupati Tapsel, Sipirok, Jumat (6/3) lalu.

Pada pertemuan itu, Bupati menceritakan, perjalanan pemekaran beberapa Kabupaten/Kota dari Kabupaten induk Tapsel seperti Kabupaten Mandailing Natal yang lahir pada tahun 1998, Kota Padangsidimpuan lahir pada tahun 2001 kemudian di tahun 2007 lahirlah anak kembar yaitu Kabupaten Padang Lawas Utara dan Kabupaten Padang Lawas yang berdasarkan UUD No. 37 dan 38.

“Penduduk Tapsel, tidak terlalu banyak. Menurut data dukcapil, di akhir Desember 2019 lalu, berada dikisaran 311 ribu orang sedangkan didata BPS dikisaran 285 ribu orang dari 212 desa 36 kelurahan yang tersebar di 15 kecamatan,” ungkapnya.

Dikatakan, saat ini Tapsel relatif sudah lebih berkembang. Tentu dengan sejumlah tantangan dan dibalik tantangan sudah pasti ada harapan seperti pengelolaan keuangan dan Alhamdulillah Tapsel telah meraih opini WTP lima kali secara berturut-turut.

Disampaikan, salah satu kontribusi yang ingin dikembangkan adalah menjadikan Tapsel sebagai kawasan strategis Energi Baru Terbarukan (EBT).

Alasannya, karena di Pahae Silangkitang sekitarnya ada potensi panas bumi yang dikelola oleh PT SOL dan itu sesungguhnya banyak orang tidak tahu, disana potensi panas buminya di atas 1000 megawatt yang eksisting baru 3 x 110 dan wilayah kerja pertambangan (WKP) berada di Sibual-buali Sipirok.

“Hubungannya dengan itu, kenapa saya tawarkan menjadi kawasan strategis energi baru terbarukan (EBT) karena lewat Pahae hingga lewat batas Taput menuju Tapsel yang berada disekitar Aek Batang Paya beririsan dengan Kecamatan Sipirok dan Kecamatan Marancar saat ini sedang dilaksanakan pembangunan PLTA Batang Toru dengan kapasitas 510 megawatt yang masuk program strategis nasional (PSN) sebagaimana program Presiden RI Joko Widodo yaitu bagian dari 35.000 megawatt dan kalau kita tarik lagi di sekitar Sibual-buali disitu ada potensi panas bumi kurang lebih 210 megawatt,” ujarnya. (ran)

iklan usi