News

Bupati Tapsel Sampaikan KUPA-PPAS P-APBD 2019

TAPSEL, FaseBerita.ID – Bupati Tapsel Syahrul M Pasaribu menyampaikan rancangan Kebijakan Umum Perubahan Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUPA – PPAS) Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (P-APBD) Kabupaten Tapsel Tahun Anggaran 2019, di ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Tapsel, Jalan Prof Lafran Pane, Sipirok, Selasa (23/7/2019) sore lalu.

Pada rapat tersebut yang dipimpin Ketua DPRD Tapsel H Rahmat Nasution tersebut, Bupati menyampaikan, dalam memenuhi Permendagri nomor 21 Tahun 2011, tentang perubahan kedua atas Permendagri nomor 13 Tahun 2006, tentang pedoman pengelolaan keuangan daerah.

Telah ditegaskan, perubahan KUPA dan PPAS dapat dilakukan apabila terjadi perkembangan yang tidak sesuai dengan asumsi kebijakan umum anggaran dan keadaan yang menyebabkan harus dilakukan pergeseran anggaran.

“Oleh karena itu untuk memenuhi amanah peraturan tersebut, izinkan saya menyampaikan rancangan KUPA dan PPAS Perubahan APBD Kab. Tapsel Tahun Anggaran 2019, untuk dapat dibahas dan disepakati. Dan hasilnya nanti dapat kita jadikan sebagai acuan dan pedoman untuk penyusunan rancangan perubahan APBD Kabupaten Tapsel Tahun Anggaran 2019,” ungkapnya.

Dikatakan, dari hasil pembahasan tentang rancangan KUPA-PPAS perubahan APBD 2019, yang sudah disimpulkan dan disepakati, antara lain pendapatan daerah, yang semula ditargetkan sebesar Rp1.470.808.838.761, bertambah sebesar Rp23.130.473.137, sehingga berubah menjadi sebesar Rp1.493.939.311.898.

Sedangkan untuk belanja daerah, semula ditargetkan sebesar Rp1.475.030.949.305, bertambah sebesar Rp116.443.361.786 sehingga berubah menjadi sebesar Rp1.591.474.311.091. Dan untuk pembiayaan daerah, juga mengalami perubahan yaitu untuk penerimaan pembiayaan, semula ditargetkan sebesar Rp30.222.110.544, bertambah sebesar Rp87.328.589.349, sehingga berubah menjadi sebesar Rp117.550.699.893.

Selain itu, pengeluaran pembiayaan, semula ditargetkan sebesar Rp26.000.000.000, justru berkurang sebesar Rp5.984.299.300. Sehingga berubah menjadi sebesar Rp20.015.700.700.

Dari uraian rencana perubahan pendapatan, belanja dan pembiayaan daerah sebagaimana yang telah dijelaskan tadi, bahwasanya terdapat peningkatan pendapatan, akan tetapi penggunaannya sebahagian sudah terikat dan sebahagian lagi sudah terarah.

Antara lain mengakomodir penganggaran dana kelurahan, mengakomodasi pembangunan infrastruktur yang tidak tertampung pada APBD induk 2019, seperti persiapan pembangunan Kebun Raya Sipirok sebagai tindak lanjut mandataris SK Menhut 244 serta infrastruktur lain yang mendesak.

“Sehingga, dengan demikian struktur perubahan APBD 2019 ini adalah berimbang. Yaitu, untuk kelompok pendapatan, belanja daerah defisit sebesar Rp97.534.999.193. Sedangkan kelompok penerimaan dan pengeluaran pembiayaan daerah surplus sebesar Rp97.534.999.193,” bebernya mengakhiri. (ran)

USI