News

Bunuh Kristina Gultom, Rinto Hutapea Mengaku Emosi

TAPUT, FaseBerita.ID – Polisi menetapkan Rinto Hutapea alias RH (36) sebagai pelaku tunggal yang menghabisi nyawa siswi SMK Karya Tarutung, Kristina Lasmatiar br Gultom (20). Sebelumnya, jasad Kristina ditemukan telungkup tanpa busana  di kebun Dusun Huta Sitolu-tolu, Desa Hutapea Banuarea, Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput).

Kapolres Taput AKBP Horas Marasi Silaen didampingi Kasat Reskrim AKP Zulkarnaen dan Kasubbag Humas menerangkan penetapan Rinto Hutapea sebagai tersangka pada temu pers di Mapolres Taput, Jumat (9/8/2019). Disebutkan, tersangka mengaku membunuh karena emosi setelah dimaki-maki dan diludahi oleh korban. Tersangka  pun sempat mengambil uang korban sebesar Rp5 ribu.

Kapolres menjelaskan kronologi kejadian yang diawali saat Kristina melintas dari jalan umum perladangan Sitolu-tolu menuju Dusun Pangguan Desa Hutapea Banuarea, seorang diri. Saat itu Rinto juga melintas mengendarai sepedamotor.

Lalu Rinto menyapa korban serta mengajak korban agar mau dibonceng karena tujuan mereka searah. Namun korban tidak bersedia dan memaki-maki tersangka, bahkan meludahi wajah korban. Merasa tidak terima dan emosi, tersangka langsung memarkirkan sepedamotornya dan mengejar korban. Sekira 10 meter, Rinto berhasil menangkap Kristina dan mendorong korban hingga terjatuh.

Setelah terjatuh, korban sempat berdiri dan melarikan diri ke arah kebun yang berada di pinggir jalan umum. Namun tersangka mengejar korban lagi. Saat itu korban yang berlari kencang terjatuh karena perladangan tempatnya melarikan diri ditumbuhi tanaman liar. Rinto kemudian berhasil mendekati dan kembali diludahi korban. Emosi, Rinto meninju bibir korban. Karena kesakitan, Kristina pun berteriak minta tolong.

Lalu korban merangkak berusaha menyelamatkan diri, tetapi tersangka langsung menangkap serta menyeret korban ke arah perladangan. Karena korban terus berteriak minta tolong, tersangka kembali meninju wajah korban 3 kali, yaitu di kening, pelipis/mata kiri, dan di bibir. Setelah korban mulai lemas, tersangka kembali menyeret korban sejauh 10 meter.

Tetapi saat itu korban masih menjerit kesakitan dan meminta tolong. Selanjutnya tersangka mencekik korban. Setelah korban tidak bergerak lagi, tersangka mengambil handphone korban dan membuangnya ke semak semak yang ada di perladangan.

Kemudian tersangka merogoh kantong celana korban dan mengambil uang pecahan Rp5 ribu. Selanjutnya tersangka mengambil sebotol kecil minyak kayu putih, juga dari kantong celana korban dan membuangnya.  Setelah itu korban kembali menyeret korban sekira 50 meter dan menanggalkan pakaian korban karena telah tergulung akibat diseret.

Baca juga: Pra Rekonstruksi Pembunuhan Siswi SMK: Dianggap Meninggal, Kristina Diseret ke Pohon Bambu

Dengan posisi tanpa busana, tersangka meletakkan korban di bawah pohon bambu dengan posisi telungkup, kemudian menutupi tubuh korban menggunakan baju, lalu meninggalkannya.

Disebutkan Kapolres, barang bukti yang disita yaitu pakaian korban terdiri yang dari sehelai baju kaos oblong merah, tangtop merah, celana pendek hitam, celana dalam, celana panjang jeans biru, bra, dan sepasang sepatu. Kemudian sebotol minyak kayu putih, uang Rp5 ribu dan 1 unit sepedamotor biru.

Sementara itu barang bukti yang sedang dalam pencarian berupa 1 unit handphone milik korban.

“Saat ini penyidik Sat Reskrim Polres Tapanuli Utara telah menetapkan Rinto Hutapea sebagai tersangka dan dilakukan penahanan,” tegas Kapolres.

Dikatakan, jenazah Kristina telah dilakukan autopsi di RSUD dr Djasamen Saragih Pematangsiantar dan saat ini penyidik masih menunggu hasil resmi autopsi. “Penyidik telah melakukan pemeriksaan barang bukti dan sampel ke laboratorium forensik cabang Medan dan saat ini masih dilakukan pemeriksaan,” jelasnya.

Ia menambahkan, penyidik juga telah mengambil sampel darah dari tersangka untuk dilakukan pemeriksaan DNA ke Pusdokkes Mabes Polri untuk memastikan apakah ada dilakukan persetubuhan terhadap korban atau tidak.

Akibat peristiwa pembunuhan tersebut, tersangka dikenakan dipersangkakan melanggar pasal 338 KUHPidana, yakni dengan sengaja menghilangkan jiwa orang lain dengan ancaman hukuman penjara lima belas tahun. Kemudian pasal 365 ayat (3) pencurian dengan kekerasan yang disertai dengan pembunuhan dengan ancaman hukuman dua belas tahun penjara.

Rinto: Aku Sakit Hati

Rinto Hutapea yang sempat diwawancara wartawan koran ini mengaku membunuh Kristina br Gultom karena sakit hati. “Aku sakit hati, karena sewaktu kuajak untuk dibonceng dan kuantar ke rumahnya, Kristina meludahi aku,” katanya di Mapolres Taput.

Masih kata Rinto, tak hanya diludahi, saat itu juga Kristina memakinya dengan perkataan tidak pantas. “Saat kusuruh naik ke sepedamotor, dia (Kristina, red) ngomong jorok,” ujarnya sembari mengucapkan apa yang didengarnya dari mulut korban saat itu. (as)