News

Buangan Tanah yang Dikeruk Proyek Jalur KA Rantauprapat-Kota Pinang Dipertanyakan

RANTAUPRAPAT, FaseBerita.ID – Pembuangan tanah korekan awal proyek jalur kereta api (KA) Rantauprapat-Kotapinang (RPK) yang sedang dikerjakan sejak dua tahun di Kabupaten Labuhanbatu dipertanyakan warga. Pasalnya, hingga kini tanah bekas korekan tersebut tidak diketahui keberadaannya.

“Ada sebanyak delapan titik proyek pembangunan jalur kereta api Rantauprapat-Kotapinang di Labuhanbatu. Mungkin tidak semua yang melakukan pengorekan awal. Namun, kami sebagai warga bingung kemana tanah bekas korekan awal pada jalur tersebut dibuang,” ujar B Hasibuan warga Rantauprapat kepada wartawan Minggu (30/6) siang.

Menurutnya, jika tanah bekas korekan dibuang, dimana posisinya. Karena, ada berapa banyak kubik tanah dari delapan titik pengerjaan proyek jalur RPK tersebut.

“Atau, tanah bekas korekan awal tersebut ditimbunkan kembali ke bagian jalur yang sedang dibangun itu. Apakah bisa seperti itu. Apalagi, tentunya tanah bekas korekan awal bercampur dengan akar tumbuhan dan bebatuan,” sebutnya.

Koordinator lapangan proyek jalur kereta api Rantauprapat-Kotapinang (RPK) 1 Dika, belum berhasil dikonfirmasi terkait hal tersebut. Meskipun sudah dihubungi berkali-kali ke nomor selulernya, namun dalam keadaan tidak aktif.

Selain itu, pesan singkat melalui Whatsapp pribadinya juga sudah dilayangkan, dan juga belum tidak ada balasan.

Terpisah, anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara dari Komisi D Ari Wibowo ketika dimintai tanggapannya terkait proyek jalur kereta api Rantauprapat-Kotapinang ini mengaku, akan mempelajarinya terlebih dahulu.

“Kita pelajari terlebih dahulu bagaimana standartnya,” tulisannya singkat melalui Whatsapp pribadinya. (bud/ahu)