News

Brigjen TNI Sofwan Nasution Ramaikan Bursa Kandidat Pilkada Madina 2020

MADINA, FaseBerita.ID – Brigadir Jenderal TNI (Purn) Muhammad Sofwat Nasution menyatakan diri akan maju di Pilkada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) tahun 2020.

Hal itu disampaikannya saat temu Pers di Rumah Makan Paranginan 2 Panyabungan Kabupaten Madina, Rabu sore (17/7/2019).

Turut mendampingi Sofwat Nasution yaitu tokoh masyarakat H Khoiruddin Lubis yang akrab disapa ‘Bang Sobek’ dan ada juga Sekjen DPP Hima Lubis, Fajar Lubis, dan Akhiruddin Matondang.

Di hadapan puluhan orang wartawan dari berbagai media, Sofwat Nasution memandang banyak yang perlu dibenahi di kampung kelahirannya Mandailing Natal supaya lebih baik ke depan.

“Silaturahmi ini merupakan momen menyambung dan mempererat kasih sayang antara kita semua selaku putra daerah, kita punya kedudukan yang sama di daerah ini, termasuk para rekan-rekan wartawan, kalian juga merupakan pemilik di daerah ini, tentu saja kalian sudah saatnya lebih sejahtera di kampung sendiri,” kata Sofwat.

Ia menyebut, pertemuan dengan wartawan tersebut merupakan salah satu agenda penting dalam rangka menyukseskan Pilkada Madina tahun 2020.

“Ini terkait bagaimana kita menyukseskan Pilkada Madina tahun 2020. Dan, saya mengajak kita semua untuk bersinergi membangun daerah ini, disini saya sampaikan bahwa saya siap maju di Pilkada Madina,” tegasnya.

Sofwat menjelaskan, ia akan maju dari jalur partai politik. Dan, saat ini ia sudah membuka komunikasi dengan beberapa partai politik di Kabupaten Madina.

“Sudah ada beberapa partai politik yang kita bangun komunikasi. Yaitu Partai Gerindra, PAN, dan PKS. Komunikasi kami sudah cukup intens. Selain dengan partai politik, saya juga sudah membangun komunikasi dengan tokoh masyarakat, pimpinan pondok psantren. Artinya kita sudah siap mengikuti kontestasi ini,” tambah mantan perwira tinggi TNI yang lama bertugas di Kopassus itu.

Diketahui, bila tak ada perubahan revisi regulasi dan aturan, tahapan Pilkada serentak tahun 2020 akan dimulai pada bulan September mendatang.

Keseluruhan partai di Kabupaten Madina belum ada yang bisa mengusung pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati sendiri. Karena, sesuai dengan aturan, mereka harus memiliki 20 persen dari total kursi di DPRD Kabupaten Madina yang berjumlah 40 kursi, sedikitnya harus ada 8 kursi baru bisa mengusung dan mendaftarkan pasangan calon ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Sementara, partai politik pemenang Pemilu 2019 di Kabupaten Madina yaitu Partai Gerindra hanya memiliki 7 kursi. Mereka masih mencari koalisi dengan partai lain untuk mencukupi minimal 8 kursi agar bisa mendaftarkan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Madina. (wan)

iklan usi