News

BRI Serahkan CSR ke Yayasan Rehabilitasi Mercusuar Doa

SIANTAR, FaseBerita.ID – PT Bank Rakyat Indonesia  (BRI) Cabang Pematangsiantar terus berupaya melibatkan diri untuk membangun kesejahteraan masyarakat lewat penyerahkan bantuan Corporate Social Responsibility  (CSR). Pihak yang dipercayakan kali ini adalah Yayasan Rehabilitasi Mercusuar Doa, Jalan Sibatu-Batu, Kelurahan Bah Kapul, Kecamatan Siantar Sitalasari.

Pimpinan BRI Pematangsiantar Sufiani Jalil didampingi pegawainya Jimmy Sihotang menyerahkan bantuan secara simbolis kepada pimpinan yayasan Ucok Sitorus karena sebelumnya dana CSR sebesar Rp50 juta telah dipergunakan sesuai peruntukannya yaitu membangun sumur resapan. Harapannya, bantuan tersebut bisa lebih bermanfaat bagi warga binaan.

Sejak yayasan itu berdiri di tahun 2001, BRI Cabang Pematangsiantar telah memberikan bantuan sebanyak 5 kali. Bantuan berupa uang untuk peningkatan sarana dan prasarana antara lain pembangunan gedung pasien, pembuatan tembok dan renovasi atap dan lain sebagainya.

“Semoga kehadiran BRI bisa membawa masyarakat mendapatkan hidup lebih layak menuju sejahtera,” kata pimpinan BRI.

Bantuan ini disambut ketua Yayasan Rehabilitasi Mercusuar Doa secara baik dan penuh syukur. Dengan adanya ini, pihak yayasan bisa mengolah limbah pembuangan sehingga pasien bisa lebih sehat, bisa menjaga lingkungan khususnya di tengah-tengah masyarakat.

“Kami bersyukur kepada pimpinan BRI atas perhatiannya dan dengan bantuan ini pelayanan bisa ditingkatkan, BRI juga bisa lebih maju sehingga bisa menjadi berkat bagi Indonesia khususnya di Siantar,” terangnya.

Disampaikan, Yayasan Rehabilitasi Mercusuar Doa sejauh ini memiliki aktifitas melayani pemulihan warga yang sedang mengalami gangguan jiwa dan korban penyalahgunaan narkoba. Sekarang ada 139 orang pasien dilayani oleh pegawai yang berjumlah 27 orang.

“Kita memiliki 27 pegawai yang terdiri dari masing-masing tugas, antara lain 5 orang di gedung perawatan dengan 2 dan 3 mentor setiap gedung. Perawat jaga sekali 24 jam ada 2 orang dan dokter 1. Koki 3 orang, Satpam 2, pengawas 1, administrasi 1, loundri 1, penjaga kanti 1 dan pendeta 5 orang,” katanya.

Bentuk pelayananya adalah pendekatan rohani. Ini di luar penanganan medis. Mersusuar doa ini di bawah supervisi BNN Siantar. Artinya ketika ada tanggapan BNN yang membutuhkan rehabilitasi akan dikirim ke tempat sana. “Kita pun melibatkan semua mentor ikut pelatihan yang diadakan BNN,” terangnya. (pam/pra)