News

Bongkar Kios di Pasar Sibolga Nauli, Tomed Ditangkap

SIBOLGA, FaseBerita.ID – Tomed alias TS (28) akhirnya ditangkap polisi karena terbukti sebagai pelaku pembongkaran sebuah kios di Pasar Sibolga Nauli milik Herlija Gultom (28).

Dari rumah warga sekitar Pasar Sibolga Nauli tersebut, polisi berhasil menyita sejumlah barang bukti berupa asesoris yang merupakan barang dagangan korban.

Menurut Kapolres Sibolga AKBP Edwin Hariandja dalam keterangan persnya melalui Kasubbag Humas Iptu Ramadhansyah Sormin mengatakan, penangkapan bermula dari laporan korban.

“Korban datang melapor ke Polres Sibolga, menceritakan kalau kiosnya di Pasar Sibolga Nauli telah dibongkar orang. Awalnya dia gak tahu kalau kiosnya dibongkar orang. Dia dapat informasi dari orang lain,” kata Sormin, Minggu (5/5).

Setelah dicek, sejumlah barang dalam kios, seperti timbangan 30 kg, 2 kotak buah apel, aksesoris dan uang sebesar Rp3.000.000, hilang. “Ditaksasi kerugian mencapai sekitar Rp15 juta,” ungkapnya.

Setelah menerima laporan korban, Kasat Reskrim AKP Azhari kemudian memerintahkan unit Opsnal untuk melakukan penyelidikan dan olah TKP. Dari informasi yang diperoleh, polisi mengarah kepada Tomed. Polisi kemudian mengamankannya dari sekitar Pasar Sibolga Nauli.

“Satgassus mendapat info bahwa pelaku pencurian berada di jalan Patuan Anggi. Team kemudian berangkat dan mengamankan TS,” tukasnya.

Dari hasil pemeriksaan penyidik, diketahui bahwa Tomed tidak beraksi sendiri, masih ada rekannya yang beberapa hari kemudian berhasil diamankan berinisial R. “Masih kita periksa kawannya itu. Karena, baru kita tangkap,” terang Sormin.

Kepada penyidik, pria yang tinggal sendiri di rumah orangtuanya, yang memutuskan untuk hijrah ke Kota Binjai tersebut menjelaskan, awalnya di Jalan Patuan Anggi, dia melihat sekumpulan anak-anak sedang makan apel.

Ngiler melihat anak-anak tersebut, Tomed pun mencari tahu dari mana anak-anak tersebut memperoleh apel yang mereka makan. Setelah mengetahui kalau apel tersebut diperoleh dari kios korban, Tomed pun beraksi, dengan langsung menghampiri kios korban.

“Dari mana kalian dapat buah itu, anak-anak itu menjawab dengan menunjukkan tempat jualan buah. TS dan temannya mendatangi tempat yang dimaksud dan selanjutnya TS dan temannya membuka tenda, penutup barang dagangan dan kemudian mengambil buah apel. Sementara, teman TS mengambil aksesoris yang merupakan barang dagangan. Kemudian, mereka menutup kembali dagangan itu,” terang Sormin menirukan ucapan Tomed kepada penyidik.

Usai beraksi, Tomed pun membawa barang hasil curiannya ke rumahnya. “Buah apel sudah habis dimakan. Sedangkan asesoris masih disimpan, belum dijual,” pungkasnya.

Sementara, menurut informasi yang diperoleh dari warga sekitar, pria yang pernah dihukum di Lapas Tukka pada tahun 2013 dalam kasus yang sama tersebut dikenal sangat meresahkan. Meski telah banyak rumah warga yang kemalingan dan mencurigai Tomed sebagai pelakunya, namun tak satupun korban yang dapat membuktikannya.

“Sudah sering kemalingan warga kami. Tapi memang, susah membuktikannya. Karena, kalau siang gak pernah nampak ini di sekitar lingkungan kami. Gak tahu ke mana, entah di dalam rumahnya itu saja dia bersembunyi. Malam, baru dia keluar dan beraksi,” kata salah seorang warga sekitar tempat tinggal Tomed, yang tak ingin namanya disebutkan.

Tersangka kini ditahan di RTP Polres Sibolga. Kepadanya dikenakan pasal 363 ayat 1 ke 3 dan 4, dari KUHPidana, dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun. (ts)

iklan usi