News

Bom Bunuh Diri di Katedral Makassar: 14 Jemaat Luka-luka, Pelaku Tewas

FaseBerita.ID – Peristiwa dugaan bom bunuh diri terjadi di depan Gereja Katedral, Makassar, Minggu (28/3) pagi pukul 10.26 WITA mengakibatkan 14 orang jemaat dan petugas keamanan luka-luka. Sementara 2 orang diduga pelaku tewas.

“Total ada 14 ya korban, artinya yang sekarang masih dalam perawatan yang sedang ditangani dokter dan mudah-mudahaan bisa kembali untuk yang sakit ringan,” kata Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Pol Argo Yuwono di Kompleks Mabes Polri, Jakarta, Minggu (28/3).

Argo menjelaskan, tiga korban diduga merupakan petugas keamanan gereja. Dia mengalami luka pada bagian leher, dada, muka, tangan dan kaki.
“Kemudian juga ada yang security ini, ada juga luka di bagian perut dan kepala ini luka,” ujar Argo.

Selain itu, terdapat tujuh masyarakat yang juga dilarikan ke rumah sakit akibat menjadi korban ledakan bom bunuh diri itu. Sementara itu, empat korban lainnya juga turut dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

Di RS Pelamonia ada empat orang, ini juga akibat serpihan, juga ada yang mengenai paha, betis ada juga bola mata, kaki yang terkena sepihan dan juga ada muka yang terkena serpihan,” tandas Argo.

Sementara ini, Argo menduga pelaku pengeboman yang terjadi di depan Gereja Katedral, Makassar berjumlah dua orang. Polri akan melakukan pendalaman dari potongan tubuh yang ditemukan di sekitar lokasi kejadian.
“Informasi di lapangan bahwa ada ditemukan tadi kendaraan yang hancur dan juga ada beberapa potongan tubuh, ini tentunya bagian daripada penyidik dari pihak kepolisian,” pungkas Argo.

“Kita mendapatkan informasi ada dua orang yang berboncengan menggunakan kendaraan sepeda motor matic. Kemudian terjadi ledakan di depan pintu gerbang Katedral,” kata Argo di Kompleks Mabes Polri, Jakarta.
Ia menjelaskan, kedua terduga pelaku yang berboncengan ini berusaha masuk ke pintu gerbang Katedral. Saat itu, kegiatan ibadah pagi sudah selesai dan jamaah ingin keluar dari gereja.

“Jadi pada awalnya memang pelaku diduga menggunakan roda dua mau memasuki pelataran pintu gerbang dari katedral, yang kebetulan jam tersebut sudah selesai daripada kegiatan misa dan kemudian karena melihat banyak yang keluar dari gereja. Memang saat ini tidak full, sesuai dengan protokol kesehatan itu separuh dari jemaah yang hadir di gereja itu,” ucap Argo.

Argo menyebut, petugas gereja sempat menghalau kedua terduga pelaku itu untuk memaasuki kawasan gereja. Saat dilakukan penghalangan, bom seketika langsung meledak.
“Tentunya dari dua orang tadi yang mau masuk dicegah oleh sekuriti gereja dan kemudian terjadi lah ledakan itu,” ungkap Argo.

Menurutnya, berdasarkan informasi yang didapat, motor yang diduga dikendarai terduga pelaku ikut meledak dan terbakar. Pada lokasi kejadian juga ditemukan potongan tubuh, yang diduga merupakan pelaku pengeboman.
“Dari informasi di lapangan ditemukan kendaraan yang sudah hancur dan kemudian juga ada beberapa potongan daripada tubuh yang tentunya ini menjadi bagian penyidik kepolisian untuk meyakinkan potongan tersebut,” pungkas Argo.

Oleh karena itu, Polri akan melakukan pendalaman terkait dugaan dua orang pelaku penyerangan. Pendalaman ini dilakukan dengan memeriksa body part yang ditemukan di tempat kejadian perkara.

Pernyataan Keuskupan Agung Makassar

Kuria Keuskupan Agung Makassar (KAMS) memberikan pernyataan resmi atas kejadian dugaan bom bunuh diri yang terjadi di Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan.

“Kita semua prihatin atas kejadian bom bunuh diri yang terjadi pada pagi tadi pukul 10.26 WITA lokasinya di pintu gerbang samping arah Jalan Kajaolalido, dekat pos satpam Gereja Katedral Makassar. Mari kejadian ini kita terus bawah dalam doa-doa kita,” ungkap perwakilan KAMS dalam keterangan yang dikutip JawaPos.com dari video resminya, Minggu (28/3).

Ia menuturkan bahwa sejumlah umat mengalami korban luka pada peristiwa tersebut. Saat ini, para korban yang terluka tengah dirawat di rumah sakit.
“Bapak uskup dan para pastor di Katedral dan keuskupan semua dalam keadaan baik-baik,” ujarnya.

Ia meminta kepada para Pastor dan seluruh umat untuk tetap tenang, namun perlu untuk terus waspada menanggapi insiden ini. Dirinya juga mengajak para umat untuk mempercayakan kasus ini sepenuhnya kepada aparat terkait untuk ditangani sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Khusus untuk Paroki Katedral Makassar, Misa Minggu Palem dari siang sampai malam hari ini dibatalkan,” pungkasnya.(jp/fabe)