News

Bocah Penderita Tumor di Perut Butuh Bantuan

FaseBerita.ID – Kondisi seorang bocah laki laki di Asahan dengan usia delapan tahun hidup dalam kepiluan. Di saat anak-anak seusianya asik bermain namun dia hanya bisa terbaring menahankan rasa sakit karena menderita tumor ganas di perut.

Namanya Juan, warga dusun I Peladangan Desa Aek Loba Kecamatan Aek Kuasan Kabupaten Asahan. Menurut cerita orang tua Juan, anak semata wayang dari pasangan suami isteri Herman Panjul dan Sri Mulyani ini sakit sejak dua bulan terakhir. Mulanya, Juan merasakan sakit di perut, setelah diperiksa ke rumah sakit ada semacam kelenjar tumor yang bersarang diperutnya.

Keadaan itulah yang membuat kondisi Juan semakin memburuk. Penyakit yang bersarang di perutnya itu secara perlahan terus menggerogoti fisik sang bocah. Dia tak memiliki nafsu makan hingga berat badannya turun drastis. Harus dioperasi, kondisi keuangan lagi-lagi menjadi kendala hingga dia dirawat di rumah sementara.

Reza Andhika, anggota DPRD kabupaten Asahan bersama rekan-rekan dari Komunitas Gowes Aek Loba (GAL) yang melihat langsung kondisi sang bocah berupaya membantu memberikan perhatian kepada bocah tersebut.

“Orang tuanya sangat membutuhkan bantuan dari kita semua untuk biaya perobatan anak yang satu-satunya itu agar bisa sembuh dari penyakit yang dideritanya,” kata Reza kepada wartawan, Senin (13/4).

Apalagi, orang tua Juan yang hanya pekerja serabutan di perkebunan itu dinilai tak mampu membiayai perobatan anak mereka. Dalam kunjungannya itu, anggota DPRD Asahan termuda dari Partai Gerindra itu akan mengupayakan advokasi rujukan di fasilitas kesehatan rumah sakit agar penyakit sang bocah dapat diatasi dengan baik.

“Urusan BPJS Kesehatannya sudah diurus.  Kita harapkan adik kita ini secepatnya mendapatkan rujukan fasilitas kesehatan yang layak sehingga dia bisa diobati. Apalagi ditengah kondisi sulit pandemi corona saat ini. Barang kali ini bisa juga dijadikan peluang oleh siapapun untuk menyisihkan rejekinya membatu biaya perobatan adik kita ini,” ujarnya.

Sri Mulyani, ibu kandung dari Juan menambahkan semasa di sekolah, anak mereka ini termasuk  pelajar yang  pintar dan berprestasi di sekolahnya. Ketiadaan biaya untuk perawatan medis dan operasi membuat keluarga ini harus bersabar dan berdoa mengharapan kesembuhan anak mereka.

“Sementara kami rawat di rumah dulu, sambil mengumpulkan biaya untuk operasi lagi,” kata Sri. (per/rah)