News

Bocah Hanyut Ditemukan, Tetangga yang Ikut Mencari Masih Hilang

FaseBerita.ID – Doni Hidayat (10), bocah yang ditemukan tewas tenggelam di Sungai Silau menyisakan kepiluan yang mendalam bagi keluarga. Jasadnya diketemukan, namun tetangganya yang ikut hilang diduga hanyut saat ikut melakukan pencarian belum juga ditemukan.

Penemuan jasad bocah itu ditemukan saat tim dari BPBD Asahan sudah mulai menghentikan pencarian dan bergegas pulang. Sementara itu, warga yang masih berkumpul dan menunggu di pinggir sungai ada yang melihat sosok bocah malang itu. Seorang warga yang tak diketahui namanya langsung nekat masuk ke dalam air dan merangkul tubuh bocah malang itu.

Isak tangis keluarga maupun jiran tetangga sore menjelang malam pecah saat jasad bocah kelas 4 sekolah dasar tersebut tiba di rumah orang tuanya di Jalan Syech Hasan, Gang Sipirok Kelurahan Kisaran Timur, Asahan.

Sosok mungil Doni digendong oleh sang ayah diantar warga untuk dilaksanakan fardhu kifayahnya (kewajiban mengurus jenasah) bagi umat Islam. Bocah malang itu langsung dikebumikan saat itu juga menjelang adzan magrib di pekuburan muslim pasar lama.

Baca sebelumnya: Ikut Mencari Anak Hanyut di Sungai Silau Asahan, Relawan Malah Tenggelam

Tak ada yang menyangka kepergian bocah yang dikenal rajin itu.

Bahkan saat pergi sebelum menuju ke sungai, ia juga sedang disuruh oleh orang tuanya membeli kelapa. Dalam perjalanan pulang, anak baik budi itu sakit perutnya dan bermaksud buang air besar di sungai. Saat jongkok buang air dia tersengol oleh salah seorang temannya yang sedang berlari lari. Doni jatuh di pusaran air sungai silau yang dalam.

“Kalau cerita kawannya, dia ini buang air besar. Jongkok disitu. Tiba tiba ada kawannya yang lari-lari lalu mau jatuh dan menyenggol dia yang lagi jongkok terus jatuh ke sungai dan tenggelam,” kata Panut, ayah kandung Doni.

Karena khawatir, sekitar pukul 20.00 WIB  Panut mencari Doni. Kawan-kawan main Doni yang dijumpainya selalu ditanya, dimana Doni berada. “Tapi semua mengaku enggak ada yang tahu,” katanya.

Hingga pukul 00.00 dini hari, Panut mendatangi kembali salah seorang kawan Doni yang ikut bermain di sungai. Setelah bertemu, Panut menggertak teman Doni yang masih duduk dibangku SMP itu, supaya jujur soal Doni. Jika tidak, akan dilaporkan ke Polisi.

“Setelah digertak, barulah dia ngaku, kalau Doni hanyut di sungai,” ujarnya.

Mendengar pengakuan teman Doni itu, Panut dan anggota keluarga lainnya langsung menuju sungai dan hanya mendapati baju anak mereka yang masih tergeletak di pinggir sungai.

Doni sudah diketemukan. Sementara itu Junaidi (50) tetangga yang juga tenggelam di sungai saat bermaksud iku mencari Doni belum diketemukan dan masih dilakukan pencarian hingga berita ini diturunkan.

Semasa Doni hidup, Junaidi  memang sangat sayang kepada anak tetangganya itu dan sudah menganggap seperti anaknya sendiri. Mungkin Junaidi kaget dan terlihat shok begitu mengetahui Doni tenggelam dan berusaha membantu mencari bocah malang tersebut. Namun nahas, mereka berdua malah sama sama tenggelam di pusaran sungai silau yang tenang itu.

Di lokasi sungai, Kamis (1/4) tim BPBD bersama Basarnas Asahan masih tetap mengupayakan pencarian terhadap korban terakhir dengan cara  melakukan penyusuran di sepanjang aliran sungai. Saat di lokasi penemuan, tim memutar-mutar air sungai untuk membuat gelombang air dengan perahu karet. (per/rah)