News

Bocah Asal Batubara Hanyut di Sungai Batangtoru Ditemukan

FaseBerita.ID – Akhirnya, jasad Nur Juwita, bocah perempuan berusia 10 tahun ditemukan sekitar 100 meter dari lokasi hanyutnya, pada Selasa (10/6/2019) sekitar pukul 11.25 WIB.

“Sudah ditemukan tadi sekitar jam 11.25 Wib. Lokasinya berada sekitar 100 meter dari titik hanyut,” jelas Kepala Pelaksana BPBD Tapsel Ilham Suhardi pada awak media lewat selulernya.

Diungkapkan, sejak menghilang terseret arus, warga setempat telah berupaya maksimal mencari korban. Ditambah petugas dari BPBD dan Basarnas. Namun, kegigihan warga dan petugas, baru membuahkan hasil kemarin.

Dengan membagi beberapa tim, akhirnya jasadnya ditemukan mengapung dari lubuk tak jauh dari lokasi hanyut.

“Mungkin, jasadnya tersangkut di rerumputan dan kayu di dalam lubuk. Setelah warga dan petugas menyisir dan membersihkan ranting dan kayu kecil di dalam lubuk akhirnya jasadnya mengapung,” terangnya.

Hal senada juga diungkapkan Kepala Desa Bandar Tarutung H Sulhan Sihombing. Menurut H Sulhan, antusias warga dan petugas begitu tinggi dalam menemukan korban. Lubuk yang tak jauh dari lokasi hanyutpun disisir dan dibersihakn dengan harapan bisa menemukan korban. Dan hasilnya, jasadnya ditemukan mengapung, setelah beberapa saat ratusan warga dan petugas menyisir lokasi.

“Tim dibagi beberapa kelompok. Sebagian bertahan di sekitar lokasi, sebagian lagi menuju hilir. Dan, semua telah diberitahu dan sudah berkumpul di desa dan jasad korban sudah di rumah oppung (kakek)nya,” terang Kades.

Diungkapkan Kades, berdasarkan musyawarah keluarga dan pemerintah desa serta tokoh masyarakat, telah disepakati, agar korban dimakamkan di Bandar Tarutung saja.

Baca juga: Remaja Asal Batubara Hanyut Terseret Arus di Batangtoru

“Tentunya, kondisinya sudah tak memungkinkan untuk dibawa ke kampung halamannya di Batubara. Proses fardu kifayah telah dilakukan dan korban dimakamkan di pemakaman umum Bandar Tarutung,” pungkas Kepala Desa.

Korban dan orangtuanya merupakan warga Kabupaten Batubara, dan baru tiba di Bandar Tarutung sehari sebelum kejadian, untuk berlebaran di rumah neneknya.

Slame Riadi, orangtua Nur Juita, yang mengaku warga Desa Tanjung Prapat, Kabupaten Batubara ini menyebut, kehadiran mereka ke Bandar Tarutung adalah untuk berlebaran, menjalin silaturahmi dengan mertua dan sanak saudara lainnya. Namun, naas anak keduanya justru hanyut terbawa arus saat bermain air di Sungai Batangtoru, yang merupakan lokasi rekreasi lokal. (ran)