News

Bocah 8 Tahun Hilang Terseret Arus Sungai Aek Sibundong Belum Ditemukan

FaseBerita.ID – Hingga kini, Aulia Lestari Saruksuk belum ditemukan. Bocah perempuan berusia 8 tahun warga Desa Rianite, Kecamatan Sorkam, Tapanuli Tengah, itu diketahui menghilang saat hendak memanen buah pinang bersama orangtuanya. Diduga ia hanyut terbawa arus sungai Aek Sibundong.

Kepala Pos Basarnas Kota Sibolga M Rio saat dikonfrimasi melalu telepon selulernya, Minggu (12/4) mengatakan, pihaknya masih terus melakukan pencarian terhadap korban yang belum ditemukan. “Hari ini merupakan hari keenam tahap pencarian.

Namun begitu, saat ini pencarian akan dihentikan berhubung cuaca tidak mendukung dan akan diteruskan kembali esok di pencarian hari ketujuh” kata M Rio.

Masih katanya, adapun kesulitan selama masa pecarian dikarenakan air sungai terlalu keruh ditambah lagi arus air sungai terlalu deras. “Tim Basarnas gabungan dibantu dengan masyarakat akan tetap mengupayakan pencarian. Dan sejauh ini pihak keluarga sudah berupaya mencari pertolongan lewat orang pintar. Namun belum juga membuahkan hasil.”

Ia juga meminta bagi masyarakat yang berada di sekitar sungai Aek Sibundong tetap waspada dan hati-hati.
Sebelumnya Kepala Desa Rianiate Enita Situmeang mengatakan, peristiwa hilangnya Aulia tersebut terjadi pada Selasa (7/4), sekira pukul 08.00 WIB. Enita menyebutkan, kejadian tersebut bermula saat Aulia bersama orangtua dan lima saudaranya pergi memanen buah pinang yang berlokasi tidak jauh dari pinggiran sungai Aek Sibundong. Asyik memanen, anak kelima dari enam bersaudara itu luput dari perhatian orang tuanya.

“Aulia mandi di sungai. Naas, dirinya diduga hanyut terseret arus sungai yang kondisinya saat itu cukup deras,” ujar Enita, Rabu (8/4) lalu.

Mengetahui anaknya hanyut terbawa arus sungai, orangtua Aulia langsung meminta pertolongan kepada warga sekitar untuk melakukan pencarian. Di pinggiran sungai terlihat pakaian dan sandal Aulia tergeletak.

“Mendapat laporan ada warga yang hanyut di sungai, saya langsung berkoordinasi dengan Pemerintah Kecamatan Sorkam guna meminta bantuan kepada Tim SAR Pandan,” ungkapnya.

Di tempat terpisah, orang tua korban Darus Saruksuk didampingi istrinya Rosianna Purba, mengaku ikhlas jika memang korban sudah meninggal akibat terseret arus sungai. Namun ia berharap seandainya kemungkinan terburuk itu terjadi, jasad Aulia bisa ditemukan.

Hingga Minggu (12/4), pencairan yang dilakukan oleh petugas SAR Pandan, personil Polsek Sorkam, anggota TNI, Lanal Sibolga bersama warga belum membuahkan hasil. Tim masih terus melakukan pencarian dengan menyisir sungai Aek Sibundong hingga ke muara sungai Pasar Sorkam. (tam/ztm)