News

Bocah 11 Tahun ODP di Asahan: 1 PDP Labura Meninggal, Hasil Swab Positif

FaseBerita.ID – Bocah berusia 11 tahun, warga Kecamatan Kota Kisaran Timur, Asahan, dinyatakan berstatus ODP (Orang Dalam Pemantauan) dan saat ini sedang dalam perawatan di ruang isolasi RSUD HAMS (Haji Abdulmanan Simatupang), Kisaran.

Hal itu diungkapkan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Asahan, Rahmat Hidayat Siregar, Senin (11/5) saat memberikan keterangan kepada wartawan. Diketahui, anak yang berstatus ODP tersebut mempunyai riwayat kontak erat dengan orang tuanya, JW yang saat ini sedang menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Martha Friska, Medan dengan status PDP (Pasien Dalam Pengawasan).

“Saat ini sedang dilakukan perawatan medis dan dirawat di ruang isolasi RSUD HAMS Kisaran dengan status ODP,” ujar Rahmat.

Rahmat juga menjelaskan, dari hasil diagnosa anak tersebut dinyatakan observasi febris atau dengan kata lain memiliki gejala awal demam berdarah dengue atau tifus. Sementara itu, Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Asahan saat ini telah berada di lingkungan rumah JW untuk melakukan rapid tes kepada orang yang sebelumnya pernah kontak dengan mereka.

“Kami mengimbau masyarakat agar tetap mematuhi imbauan pemerintah dan juga maklumat Kapolri tentang pandemi Covid-19, masyarakat merupakan garda terdepan dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19, ” imbaunya.

Terpisah, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) menggelar konferensi pers yang berlangsung di Aula Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Labura, Senin (11/5).

Dalam pemaparan juru bicara Gugus tugas covid 19 dr Mimi Andayani yang di wali Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Labura Drs Sugeng menyampaikan adanya satu pasien terkonfirmasi positif Covid-19 melalui pemeriksaan PCR berinisial N warga Kecamatan Aek Natas.

Namun inisial N (28) ini telah meninggal dunia pada 2 Mei lalu dan hasil Swab test Pasien Dalam Pengawasan (PDP) itu keluar pada tanggal 9 Mei 2020. Orang yang kontak erat dengan pasien sudah dilakukan isolasi krantina mandiri setelah keluar hasil swab almarhum N. Orang yang ada kontak erat langsung telah dikrantina mandiri dilakukan rapid test, hasilnya negatif.

Dikatakan mimi, kita sempat senang melihat data pada tanggal 4 dan 5 Mei bahwa Labura nihil covid19, namun data hari ini (11/5) PDP sebanyak 8 orang, 2 orang di Kecamatan Kualuh Hulu, 3 orang Kecamatan Kualuh Selatan, 1 orang Marbau, Aek Natas 1 orang dan Aek Kuo 1, orang yang dinyatakan ODP dan PDP belum tentu terpapar Covid-19.

Informasi sebelumnya, pasien berinisial N (28), warga Kecamatan Aek Natas tepatnya Sibio-bio, Lingkungan III, Kelurahan Bandar Durian, pada Minggu (26/4) setelah mengambil surat rujukan dari Puskesmas Bandar Durian, pasien dibawa ke RSUD Rantauprapat dalam rangka berobat.

Almarhum N telah hampir 1 tahun mengalami sakit yang mengharuskannya cuci darah, sesampainya di RSUD Rantauprapat, dokter memeriksa keadaan pasien tersebut dimana pasien tersebut ternyata juga mengalami demam, batuk dan sesak nafas. Mengetahui keluhan pasien sama dengan ciri-ciri Covid-19, maka dokter menyarankan agar dilakukan pengecekan dengan rapid test kit dan ternyata hasilnya positif.

Dikarenakan hasil rapid test kit pasien positif, maka pihak RSUD Rantauprapat berkoordinasi dengan Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Labura untuk merujuk pasien tersebut ke Rumah Sakit yang ada di Medan. Setelah dirawat di medan pasien menghembuskan nafas terakhir nya dan di kebumikan di medan 2 Mei lalu. (per/st/rah)