News

Bobol Rumah Tetangga, Residivis Roboh Ditembak

FaseBerita.ID – Meski pernah menjalani kehidupan di dalam bui (penjara), tidak membuat Priadi alias Adi Pipo (24) bertobat. Di malam tahun baru, Kamis (31/12) sekitar pukul 20.30 WIB, ia membobol rumah tetangganya dan mencuri handphone (Hp) serta sepedamotor.

Berselang tiga hari kemudian, Satuan Reserse Kriminal Polres Batubara menangkap Adi Pipo bersama penadah sepedamotor curiannya, Rudi (51). Kasus keduanya dipaparkan Kapolres Batubara AKBP Ikhwan Lubis dalam konferensi pers di Mapolres, Senin (4/1).

Kedua tersangka ditangkap berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/03/I/2021/SU/Res Batubara, tanggal 3 Januari 2021 oleh korbannya, Sri Hartuti. Pencurian dilakukan tersangka,  Kamis (31/12) sekitar pukul 20.30 WIB saat korban keluar rumah bersama anaknya untuk menikmati malam tahun baru.

Adi Pipo yang sudah mengamati kondisi rumah korban sejak sore, melancarkan aksinya bermodalkan sebuah obeng dengan menjebol jendela rumah korban yang terbuat dari kayu.

“Jendela rumah korban dicongkel paksa oleh pelaku menggunakan obeng. Dia berhasil masuk dari jendela, dan mengambil ponsel yang ada di dalam rumah, kemudian uang Rp800 ribu dari dompet korban, serta membawa sepedamotor yang kuncinya masih menempel di motor,” kata Ilhwan.

Setelah mengambil seluruh barang milik korban, Adi mengeluarkan sepedamotor dari belakang rumahnya yang hanya terkunci dari dalam.

Polisi yang melakukan penyelidikan berhasil mengidentifikasi terduga pelaku. Minggu (3/1) sore, polisi meringkus tersangka. Karena melawan dan berusaha melarikan diri, kaki pelaku terpaksa ditembak.

Kepada polisi, pria yang sudah berkali-kali keluar masuk penjara itu mengaku telah menjual sepedamotor yang dicurinya kepada Rudi Hartono alias Rudi Kingkong di Kelurahan Indrapura, Kecamatan Air Putih, Kabupaten Batubara. Polisi kemudian memburu Rudi dan meringkus pria itu berikut sepedamotor curian yang baru saja dibelinya.

“Adi Pipo ini residivis. Sudah pernah masuk penjara tahun 2018 dan keluar 2019. Jadi ini sudah residivis berat,” tandas Ikhwan. (Per/fabe)

iklan usi