News

BNNK Simalungun Ajak Semua Elemen Bersama Berantas Narkoba

RAYA, FaseBerita.ID-Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Simalungun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memerangi narkoba sejak dini dari lingkungan masing-masing.

Hal tersebut disampaikan Kepala BNNK Simalungun Kompol Suhana Sinaga dalam Press Release Akhir Tahun 2020 BNN Kabupaten Simalungun, Jumat (18/12) di Kantor BNNK Simalungun Jalan Sutomo Kelurahan Raya Kecamatan Raya.

Dalam kesempatan itu, Kompol Suhana Sinaga dan jajarannya menyampaikan seluruh program kerja yang sudah dilaksanakan tahun 2020, baik kegiatan yang bersumber dari DIPA maupun Non DIPA.
Dijelaskan Suhana, walau sempat berhenti total kegiatan pada Maret hingga Juni karena pandemic covid-19, BNNK Simalungun berhasil melaksanakan seluruh program.

Untuk bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M), dilaksanakan kegiatan berupa kordinasi dengan lintas lembaga ekternal dan internal. Melaksanakan asistensi penguatan pemahaman bahaya narkoba kepada masyarakat dengan melakukan sosialisasi, termasuk dengan mengunjungi kantor-kantor lurah/desa. Dilaksanakan bimbingan teknis penggiat anti narkoba kepada jajaran forkopimda. Diseminasi informasi melalui talkshow di radio, iklan imbauan di media online dan cetak.

Di bidang rehab, dilaksanakan pembekalan agen pemulihan, menghasilkan kader yang bertugas mendampingi pecandu. Rehab bisa dilakukan di BNNK jika pecandu rawat jalan. Bisa juga dirawat inap seperti di Balai Besar Rehabilitas Lido Bogor. Baru-baru ini, BNNK Simalungun mengirimkan satu pasien ke Lido untuk menjalani rehabilitasi.

“Bagi masyarakat yang sempat terlanjur pecandu narkoba atau ada masyarakat mengetahui ada yang sudah menjadi pecandu, silahkan datang melapor ke BNNK Simalungun. Di sini pasien akan direhab, agar lepas dari kecanduang,” kata Suhana Sinaga.

Dijelaskan Suhana, saat ini sudah ada kader pendampingan untuk klien BNNK Simalungun, berupa pasien pecandu narkoba. Para klien dilakukan tes urine secara rutin untuk memastikan kondisi.
BNNK Simalungun juga melakukan penguatan lembaga rehabilitas milik pemerintah dan non pemerintah. Milik pemerintah yakni puskesmas dan non pemerintah yakni lembaga Yayasan Rehabilitas Gideon dan Yayasan Rehabilitai Pemulihn Kasih Bangsa.

“BNNK Simalungun juga melakukan tes urin di beberapa lokasi termasuk bekerjasama dengan USI melakukan tes urine 621 mahasiswa, asesmen kepada warga binaan di Lapas dan KIE kepada masyarakat,”katanya.

Tes urine merupakan salah satu kegiatan deteksi dini, termasuk dengan melakukan razia di lapas. BNNK Simalungun juga melakukan sosialisasi, tes urine petugas dan warga binaan, bahkan razia di Lapas Siborongborong, Rutan Tarutung, dan Rutan Humbahas serta jajaran Polres yang masih termasuk dalam wilayah kerja. Deteksi dini juga dilakukan di kantor Imigrasi Pematangsiantar berupa tes urine pegawai.

Seksi pemberantasan di BNNK, menitikberatkan pada penyelidikan dan penyidikan. Baru-baru ini ditangkap satu orang tersangka, lengkap dengan barang bukti dan tersangka sudah diserahkan ke pengadilan.

45 Nagori/Kelurahan Rawan Narkoba

Sementara itu BNNK Simalungun menetapkan 45 nagori/kelurahan di Simalungun yang tersebar di 24 kecamatan dalam status rawan narkoba. Status ini dibuat mempertimbangkan lokasi, aktifitas warga dan gaya hidup yang menunjang tingginya peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Lokasi daerah perlintasan, tujuan wisata, dan banyak hiburan malam salah satu indikator disebutkan daerah rawan narkoba.
“Walau baru berdiri sejak tahun 2018, BNNK Simalungun terus berupaya melakukan pencegahan dan pemberantasan peredaran illegal narkoba. Dukungan semua pihak diharapkan agar Indonesia bisa bebas narkoba,” kata Susana.(esa)