News

BNN Simalungun Bimtek Pegiat Anti Narkoba di Parapat

FaseBerita.ID – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Simalungun menggelar bimbingan teknis kepada pegiat anti narkoba P4GN di lingkungan pendidikan di Kabupaten Simalungun, secara khsusus di Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Selasa (3/3). Kegiatan ini dilaksanakan di Atsari Hotel Parapat dengan tetap mematuhi protokol kesehatan standar pencegahan penyebaran Covid-19.

Kepala BNN Kabupaten Simalungun Kompol Suhana Sinaga menyampaikan, Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) menjadi tanggung jawab semua pihak termasuk dunia pendidikan.

“Kepala sekolah, guru dan pegawai di sekolah, harus sama-sama menyadari bahwa penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba masih menjadi ancaman serius bagi Bangsa Indonesia. Oleh sebab itu, Bapak Presiden Republik Indonesia menyatakan Indonesia Darurat Narkoba,” kata Suhana.

Masalah penyalahgunaan narkoba, lanjut Suhana, telah merambah sampai ke pelosok daerah dengan prevalensi jumlah penyalahguna Narkoba Tahun 2019 sebanyak 12,40% setara dengan 4.534.744 jiwa. Sedangkan jumlah pengguna narkoba di Sumatera Utara pada tahun 2019 mencapai 7,00% atau setara dengan 1.707.936 jiwa. Hal ini menimbulkan dampak kerugian secara ekonomi.

Menurut buku “Indonesia Drugs Report Tahun 2020, hasil Penelitian yang dilakukan BNN dengan Pusat Penelitian Masyarakat dan Budaya LIPI pada populasi umum usia 15-64 tahun di 34 Provinsi, ada 5 provinsi dengan angka prevalensi tertinggi yakni Sumatera Utara (6,5), Sumatera Selatan (5%), DKI Jakarta (3,3%), DIY (2,8%), dan Sulawesi Tengah (2.8%).

Masalah penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba adalah kejahatan luar biasa (ekstraordinary Crime) yang berpotensi merusak sumber daya manusia kapanpun dan di manapun, dan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di wilayah indonesia hampir masuk di semua lini tidak terkecuali lingkungan pendidikan.

Untuk itu Badan Narkotika Nasional Kabupaten Simalungun sebagai penggerak pelaksanaan pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN) di daerah, secara terus menerus selalu eksis melaksanakan program bidang P4GN yang di antaranya melalui kegiatan Bimbingan teknis penggiat anti narkoba lingkungan pendidikan, karena lembaga pendidikan merupakan salah satu pihak yang di beri kewajiban dan bertanggungjawab dalam upaya pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba, sebab peran guru di nilai sangat strategis dalam upaya mencegah para pelajar terlibat dalam penyalahgunaan narkotika melalui pengawasan dan pembinaan di sekolah.

“Para guru harus bisa berperan aktif dalam membentuk sikap, karakter, pengetahuan dan ketrampilan anak didiknya sehingga dapat mengimplementasikan program P4GN secara mandiri dan berkesinambungan melalui peran sertanya sebagai Penggiat Anti Narkoba di lingkungan pendidikan.”

Diharapkan dengan adanya kegiatan Bimtek Anti Narkoba ini dapat terlaksana dengan baik dan para peserta yang hadir akan menjadi Penggiat Anti Narkoba di Lingkungan Pendidikan yang juga sebagai motor penggerak dan perpanjangan tangan dari BNN untuk melaksanakan aksi-aksi nyata P4GN di lingkungan pendidikan untuk menciptakan Sekolah Bersinar (Bersih Narkoba).

“Semoga kegiatan Bimbingan Teknis Penggiat Anti Narkoba P4GN ini dapat berjalan dengan baik dan lancar. Semoga segala niat dan upaya yang kita lakukan dalam mewujudkan Kabupaten Simalungun yang sehat dan bersih dari Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba senantiasa mendapat ridho dari Allah SWT,” pungkas Suhana Sinaga.

Kegiatan bimbingan teknis pegiat anti narkoba ini dihadiri perwakilan UPTD Disdik Provinsi Sumatera Utara, mewakili Disdik Simalungun, perwakilan siswa, para guru dan kepala sekolah SMP dan SMA di Kecamatan Girsang Sipangan Bolon. (rel/esa)