News

Biaya Rapid Test Mahal Supir Truk Ancam Mogok

FaseBerita.ID – Sejumlah truk asal Medan dengan tujuan Kepulauan Nias tertahan di Pelabuhan Sambas/Pelindo Sibolga, sejak Sabtu (13/6) lalu.

Pasalnya, para supir keberatan dengan kebijakan pihak otoritas pelabuhan yang mengharuskan mereka mengantongi surat keterangan telah menjalani rapid test dari rumah sakit di Sibolga.

Sementara, biaya yang dipatokkan pihak rumah sakit kepada mereka untuk sekali rapid test sebesar Rp450.000 dan itu dinilai sangat membebani mereka.

“Kami sudah sehari semalam menunggu di sini. Karena biaya rapid test Rp450 ribu per orang. Itupun berlaku hanya 7 hari saja. Kendala kami sekarang, khususnya supir dari Medan, dituntut untuk rapid test. Sementara biaya kami gak ada, yang kami bawa barang logistik. Sementara orang pelabuhan mempersulit kami harus rapid test, di situ kami tidak terima. Sehingga kami tidak berangkat,” kata Pistel Simatupang, salah seorang supir truk diamini puluhan supir asal Medan lainnya.

Anehnya menurut Pistel, pada masa sebelum diberlakukannya new normal oleh pemerintah, mereka yang berasal dari daerah zona merah hanya dibebani dengan surat keterangan kesehatan dari rumah sakit, puskesmas atau klinik.

Sekarang, setelah new normal diberlakukan, pemerintah seakan semakin mempersulit mereka dengan kewajiban rapid test. “Sebelumnya, hanya surat kesehatan dari puskesmas. Itupun hanya bayar Rp20 ribu. Baru kali ini diharuskan untuk rapid test. Kami gak keberatan kalau mau dirapid-test. Silahkan kami dirapid-test. Tapi, jangan bebani kami dengan biaya sebesar itu,” ketusnya.

Karena, biaya rapid test tersebut ditanggung sendiri oleh supir, bukan toke atau pengusaha truk. “Sementara biaya yang Rp450 ribu itu ditanggung oleh supir. Toke tidak mau tahu. Kalau toke mengatakan, biarkan saja mobil tidak jalan, kalau memang diwajibkan rapid test dengan biaya Rp450 ribu per orang,” ungkap Pistel.

Kalau kebijakan pihak otoritas pelabuhan masih terus berlanjut, mereka mengancam akan mogok. “Dan ada kemungkinan kalau memang berlanjut, truk ini akan mogok selama belum ada solusinya,” tegasnya. (ts)