News

Biaya Perobatan Warga Keracunan Makanan Digartiskan

FaseBerita.ID – Pemerintah Kabupaten Asahan menanggung seluruh biaya perobatan masyarakat Desa Punggulan yang menjadi korban keracunan makanan dan menjalani perawatan di Puskesmas maupun Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H Abdul Manan Simatupang (HAMS), Kisaran.

“Jika ada warga yang ketika acara tersebut memang merasa pusing, mual segera berobat ke Puskesmas terdekat. Seluruh biaya perobatan di tanggung Pemkab Asahan gratis,” kata Jhon Hardi Nasution, Plt Sekretaris Daerah Kabupaten Asahan kepada wartawan, Sabtu (11/12).

Sementara itu, menurut keterangan dari Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Asahan, Asrul Wahid, kronologis kejadian keracunan massal yang menimpa ratusan warga Dusun 1 dan Dusun 3 Desa Punggulan Kecamatan Air Joman berawal dari acara Wirid Yasin di rumah salah satu warga. Selesai acara masing-masing warga kembali ke rumah dengan membawa makanan dan minuman yang disajikan ahli bait untuk dikonsumsi.

“Malam harinya barulah warga yang sempat memakan nasi lemak dengan menu telur tersebut merasakan mual dan muntah-muntah,” kata Asrul.

Lebih lanjut Asrul menjelaskan, bahwa jumlah korban sampai saat ini adalah 79 orang terdiri dari, anak anak dan dewasa dengan rincian 37 orang rawat Inap di Puskesmas Binjai Serbangan Air Joman dan rawat jalan sebanyak 37 orang dan 5 orang di rawat di RSUD HAMS Kisaran.

Sementara itu, Watiem alias Iyem, pemilik rumah yang dipakai untuk hajatan oleh adiknya yang bernama Jannah, mengaku ada 195 bungkus makanan kateringan yang sudah disebar kepada warga dari 200 bungkus nasi yang dipesan.

“Nasi itu kami pesan catringan dari adikku. Dia ambil dari jalan Bakti Kisaran,” ujarnya sembari mengatakan ia sendiri juga mengalami sakit perut dan muntah muntah karena ikut mengkonsumsi nasi tersebut.

Saat ini, ia mengatakan sample nasi bungkus yang diduga kuat menjadi sebab ratusan warga desa keracunan makanan tersebut masih dalam pengujian oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Asahan. (per/esa)

USI