News

Berserak, Sisa Material Perbaikan Drainase Resahkan Warga

FaseBerita.ID – Pengguna jalan mengeluhkan sisa material perbaikan drainase di sejumlah titik di Kota Siantar karena dibiarkan berserak begitu saja.

Hal itu dinilai sangat mengganggu pengguna jalan. Seperti di Jalan Sutomo tepatnya di depan RSUD Djasamen Saragih, Jalan Wahidin dan Jalan Sangnaulauh, masih banyak material galian tanah proyek dibiarkan berserak. Bahkan batu kerikil sangat mengganggu khususnya pengguna jalan roda dua.

Andar, seorang pengendara sepedamotor menuturkan tumpukan sisa material batu ini sangat membahayakan pengendara roda dua dan roda empat.

“Ini yang berbahaya. Lihat lah batu-batu kecil itu. Dibiarkan berserak begitu saja. Padahal ini inti kota lho. Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, pengendara harus lebih berhati-hati sajalah,” kata Andar, Rabu (11/3).

Hal serupa disampaikan Boru Saragih, warga lainnya saat melintas dari Jalan Sangnaulauh tepatnya di Simpang Makam Pahlawan. Ia mengaku kesulitan melintasi daerah itu karena material perbaikan drainase masih dibiarkan berserak. Bahkan sedikit berlubang karena jalan yang sebelumnya dibongkar belum juga diperbaiki.

“Dinas Pekerjaan Umum harus bertanggungjawab soal ini. Jangan egois. Jalan ini milik semua orang. Banyak yang melintas dari sini. Harusnya selesai pembangunan paret, jalan bagus yang sebelumnya dibongkar harus diperbaiki lagi seperti semula. Biar mulus. Jangan seperti ini. Asal kerja saja. Bisa kalian lihat seperti apa kondisi jalan sekarang. Seolah-olah ini kerusakan jalan. Padahal sebelumnya jalan ini mulusnya. Hanya gara-gara proyek perbaikan drainase itu, jalannya jadi seperti berlubang. Kalau tidak hati-hati, pengendara bisa terjebak di sana. Apalagi ini persimpangan,” ujarnya kesal.

Kondisi serupa di Jalan Patuan Nanggi. Begitu pengerjaan perbaikan rapat beton pipa bocor selesai, materialnya dibiarkan begitu saja.

“Ini yang bikin kita kesal. Asal kerja saja,” ketus pengguna jalan lainnya.

Pantauan wartawan, apa yang disampaikan warga memang benar. Tumpukan batu kerikil bekas proyek dibiarkan begitu saja. Dalam hal ini, pemerintah harusnya jeli agar masyarakat tidak merasa terganggu saat melintas. (ros)