News

Beroperasi di Tengah Pandemi, Judi Berkedok ‘Tembak Ikan’ Ditertibkan

FaseBerita.ID – Judi berkedok permainan tembak ikan di Kecamatan Kisaran Timur dan Barat Kabupaten Asahan diamankan oleh Polsek Kota Kisaran bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopicam).

Di tengah pandemi Covid-19 masih ada pelaku hiburan yang bandel dan tidak mengindahkan maklumat Kapolri tentang larangan  perkumpulan masa. Seperti masih dibukanya sejumlah arena permainan ketangkasan game zone yang meresahkan masyarakat. Akhirnya, sebanyak 12 orang pengelola dan pemain terpaksa diamankan dari tiga lokasi berbeda.

“Dibukanya arena game ini melanggar maklumat Kapolri tentang larangan kegiatan perkumpulan masa dalam jumlah banyak,” kata Kapolsek Kisaran Kota Iptu IR Sitompul kepada wartawan, Rabu (10/6).

Dikatakannya, pengelola game ketangkasan tersebut tidak mengindahkan maklumat Kapolri yang belum dicabut terkait penyebaran virus covid-19. Penertiban tersebut juga setelah mendapat laporan dari masyarakat akan adanya keramaian di game ketangkasan elektronik itu.

“Terpaksa ditertibkan. Soal game ketangkasan ini kita akan dalami, akan dicek dulu izin operasionalnya dan sebagainya,” tambahnya lagi.

Ditutupnya, sejumlah arena ketangkasan game tembak ikan di Kota Kisaran ini diapresiasi oleh kejumlah aktivis pemuda dan mahasiswa. Salah satunya bentuk apresiasi datang dari Ketua Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kabupaten Asahan, Zahir Gufron Siregar saat berbincang bersama wartawan, Kamis (11/6).

Ia, mewakili elemen mahasiswa, pelajar di Kabupaten Asahan memuji langkah aparat penegak hukum tersebut, karena sudah jelas dengan dibukanya arena ketangkasan ini memicu terjadinya keramaian ditengah pandemi.

“Kami mendukung langkah kepolisian untuk menertibkan game ketangkasan tembak ikan ini karena jelas melanggar maklumat Kapolri apalagi saat ini kita masih dihadapkan dalam kondisi pandemi Covid-19,” kata dia.

Menurut  Zahir Gufron, permainan ketangkasan tembak ikan ini sangat dekat dengan aroma perjudian oleh karena itu pihaknya mendukung langkah aparat kepolisian untuk menutup bahkan merekomendasikan kepada Dinas Perizinan Kabupaten Asahan untuk mengkaji dan meninjau ulang ijin hiburannya.

“Bila perlu di tutup secara permanen. Sebab banyak warga yang tidak sepakat terkait keberadaan game ini,” ucapnya. (per/rah)