News

Berjualan Takjil, Tambahan Penghasilan Keluarga

FaseBerita.ID – Di bulan suci Ramadan memang sudah menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk menggaih rezeki, yang bertujuan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.

Pada umumnya, di Asahan masyarakat menjalani ibadah puasa selalu melakukan kegiatan jalan-jalan sore sambil menunggu waktu berbuka puasa, biasa masyarakat menyebutnya ngabuburit.

Ramainya Kota Kisaran yang dipenuhi warga saat ngabuburit di sore hari menjadi peluang besar bagi para pedagang untuk berjualan takjil di pinggir jalan, wilayah Kota Kisaran. Para pedagang bukan hanya dari kalangan orang yang biasa berdagang, namun sebagian masyarakat lainnya juga turut berjualan takjil atau yan biasa disebut pedagang musiman.

Di Kota Kisaran tempat dagangan takjil yang banyak dikunjungi masyarakat yakni di Simpang Enam depan Masjid Nurul Iman, Jalan Imam Banjol depan Masjid Agung Kisaran, dan di depan Stadion Mutiara Kisaran.

Salah seorang pedagang takjil berupa es di Jalan Imam Bonjol depan Masjid Agung Kisaran saat ditemui kru media ini, Kamis (9/5) mengatakan, dia merasa sangat bersyukur datangnya bulan Ramadan.

“Kami bersyukur lah Bang datang bulan puasa, inilah kesempatan kami untuk meraih rezeki. Penghasilannya pun lumayan lah, bisa untuk tambahan menutupi kebutuhan kami sehari-hari dan juga untuk tambahan persiapan Lebaran,” jelas pria paruh baya ini.

Pantauan wartawan, para pedagang takjil selalu menjadi target warga yang menjalankan ibadah puasa disaat mereka sedang ngabuburit.

Di hari yang sama, salah seorang pembeli takjil bernama Adit mengatakan, ia bersama anak dan istrinya sengaja keluar rumah di soreh hari untuk menunggu waktu berbuka puasa, dan mencari takjil untuk memanjakan lidahnya disaat berbuka puasa.

“Memang sengaja kami keluar rumah untuk ngabuburit, tujuannya untuk menunggu waktu buka puasa dan mencari takjil untuk bukaan puasa,” jelasnya.

Adit mengaku senang karena aneka makanan takjil untuk berbuka sangat lengkap dipajangkan oleh para pedagang tersebut.

“Puas lah Bang, banyak pilihan, semuanya menggoda selera, pengennya semua dibeli tapi tak mungkin,” kata adit sambil tertawa. (bay/ahu)