News

Berencana Maju di Pilkada 2020, Gidion dan Wagner Mulai Tebar Pesona

FaseBerita.ID – Tahapan pilkada serentak tahun 2020 di Simalungun belum dimulai KPU. Namun sejumlah bakal calon sudah menujukkan keseriusan untuk maju pada Pilkada yang direncanakan digelar September 2020 ini.

Dua nama yang santer dibahas di tengah-tengah masyarakat yakni Maruli Wagner Damanik dan Gidion Purba.

Puluhan baliho kedua tokoh ini sudah disebar di berbagai tempat strategis di wilayah Kabupaten Simalungun, untuk menarik perhatian.

Maruli Wagner Damanik, mengaku terdorong maju menjadi calon Bupati Simalungun ke depan, karena prihatin melihat kondisi Simalungun yang beberapa tahun belakangan ini sangat jauh ketinggalan dengan kabupaten/kota lain yang ada di Sumatera Utara.

Pria yang akan memasuki masa pensiun dari Polri tahun 2019 ini, mengaku prihatin atas keluhan banyak pihak terhadap kinerja pemerintahan yang oleh Badan Pemeriksa Keuangan diberi status disclaimer dalam 2 tahun berturut-turut.

“Bergerak dari kondisi ini saya terpanggil untuk turun memperbaiki sekaligus memajukan pembangunan di segala bidang guna peningkatan kesejahteraan masyarakat Simalungun,” kata Maruli Wagner Damanik, Senin (10/6/2019).

Berbekal pengalaman selama bertugas di Polri, pria berpangkat Irjen Pol ini yakin akan mampu membawa agenda perubahan di bidang tata kelola pemerintahan, peningkatan kualitas SDM, pembangunan infrastruktur, revitalisasi pertanian, peternakan dan perikanan dan pemberdayaan pariwisata di Kabupaten Simalungun.

Sementara Gidion Purba, yang digadang-gadang maju menjadi calon orang nomor satu di Simalungun, membenarkan informasi tersebut.

Menurut Gidion, dirinya memang yang paling pantas menurutnya, untuk melanjutkan pemerintahan yang saat ini dipimpin JR Saragih. Menjabat Sekretaris Daerah selama tujuh tahun terakhir, Gidion mengaku sangat memahami ‘hitam-putih’ Kabupaten Simalungun.

“Saya orangnya loyal. Saya maju karena pak JR Saragih tidak lagi akan mencalonkan diri menjadi calon bupati di periode 2021-2026. Saya serius untuk mewujudkan Simalungun maju dan jaya, bahagia dan harmonis. Dalam bahasa Simalungun disebut Majagiah,” kata Gidion Purba.

Dijelaskan Gidion Purba, dirinya siap mengundurkan diri dari ASN yang seharusnya memasuki masa pensiun pada tahun 2023 mendatang.

“Persyaratannya saat mendaftar ke KPU harus mengundurkan diri, saya siap untuk itu. Dengan menjadi Bupati, tentunya akan memiliki porsi kewenangan dalam menentukan kebijakan. Keluarga besar saya sangat mendukung, dan menganggap rencana ini sebagai mimbar saya untuk berbuat dalam porsi yang lebih besar,” katanya.

Diakui Gidion Purba, Pemkab Simalungun masih memiliki banyak ketertinggalan terutama di bidang infrastruktur dan pendidikan. Itu menurutnya, karena keterbatasan anggaran yang saat ini lebih dari 50 persen terserap untuk pegawai. Ada 12 ribu lebih pegawai, namun di lain pihak bidang pendidikan masih kekurangan tenaga guru.

“Kita akan mengoptimalkan anggaran yang ada, agar lebih ideal dan lebih banyak untuk pembangunan infrastruktur. Kita sudah melakukannya pada perubahan APBD 2019 dan nantinya pada APBD 2020,” kata Gidion Purba. (esa)