News

Berdalih Numpang Berteduh, Ehh Ternyata Curi Kreta dan Tabung Gas

SIBOLGA, FaseBerita.ID– Polisi mengungkap kasus pencurian di salah satu rumah di Jalan Kapten Tandean, Kelurahan Kota Beringin, Kecamatan Sibolga Kota, yang terjadi pada Rabu (7/4) sekira pukul 03.00 WIB dini hari.
Pelaku yang diketahui berinisial OAL (25) tersebut ditangkap dari Jalan S Parman Sibolga, Minggu (11/4) sekira pukul 17.00 WIB.

Disita barang bukti dari pria yang diketahui merupakan warga Jalan R Suprapto Kelurahan Pasar Belakang, Kecamatan Sibolga Kota, tersebut berupa 1 unit sepedamotor/kreta jenis Honda Vario BK 5612 AEZ dalam kondisi telah dibongkar. Kemudian, 3 tabung gas ukuran 3 kg dan sebuah jerigen plastik warna putih.
Penangkapan OAL berdasarkan laporan dari Nirwan Tanjung, cucu pemilik rumah.

“Saat Nirwan berada di rumah orangtuanya di Kota Beringin, ditelepon kakaknya, yang menerangkan bahwa rumah neneknya telah dimasuki maling. Diapun melaporkan kejadian tersebut,” terang Kapolres Sibolga AKBP Triyadi dalam keterangannya melalui Kasubbag Humas Iptu Ramadhansyah Sormin, Kamis (22/4).

Sementara, dari hasil pemeriksaan diketahui kalau aksi pencurian tersebut dilakukan sendiri oleh OAL.
Bermula saat dirinya kehujanan usai ketemuan dengan teman wanitanya di daerah Kota Beringin.
Saat itu dirinya tanpa sengaja berdiri di depan rumah korban. Tak ingin basah kuyup, OAL kemudian membuka pagar, lalu masuk dan berteduh di depan pintu rumah korban.

Tiba-tiba matanya tertuju pada sebuah kreta yang terparkir di depan rumah.

“Timbul niatnya mengambilnya. Kreta yang tidak dikunci stang kemudian didorong ke gang di depan rumah tersebut. Kemudian dia kembali lagi ke rumah itu dan mengambil tabung gas 3 kg sebanyak 3 buah dan membawanya ke gang tempat dia menyembunyikan kreta. Dia kembali lagi dan mengambil 1 buah kompor gas merk Rinai dan sebuah kompor merk Hock berikut tungku warna silver. Terakhir, dia mengambil sebuah jerigen warna putih berisi minyak makan/goreng,” ungkap Sormin.

Setelah semua barang curian terkumpul, diapun mendorong kreta hingga ke rumahnya.
Kemudian, dia kembali lagi ke gang tersebut dengan mengendarai becak.

“Semua barang diangkut dengan becak dan membawanya ke rumahnya,” kata Sormin.
Tak sampai di situ, menurut pengakuan OAL, malam itu juga dia langsung membongkar kreta curiannya sebelum dijual.

“Diganti bodynya agar lebih cantik agar dapat dijual. Minggu (11/4) sekira pukul 17.00 WIB, OAL diamankan oleh petugas,” pungkasnya.

Dari catatan Kepolisian, ayah 1 anak tersebut ternyata pernah dihukum di Lapas Tukka.
Pertama pada tahun 2010 dalam kasus pencurian, dihukum selama 1,5 tahun. Kemudian, tahun 2016 dalam kasus penganiayaan, dihukum selama 1,5 bulan. Yang terakhir, pada tahun 2018 dalam kasus narkoba, dihukum selama 2 tahun.

Usai menjalani pemeriksaan, OAL kemudian ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di RTP Polres Sibolga.
Diduga telah melakukan tindak pidana Pencurian dengan pemberatan sebagaimana dimaksud dalam pasal 363 ke 3 dari KUHPidana, tersangka diancam hukuman 5 tahun. (ts/fabe)

USI