News

Benfri Sinaga Anggota DPRD Simalungun Divonis 8 Bulan Penjara

Pukuli Warga di Warung dan di Puskesmas

SIMALUNGUN, FaseBerita.ID – Majelis Hakim yang diketuai Hadi Nasution didampingi Aries Ginting dan Yudhi Dharma menjatuhakn vonis kepada terdakwa Benfri Sinaga selama 8 bulan penjara. Benfri Sinaga adalah anggota DPRD Simalungun sekaligus Ketua Partai Berkarya Kabupaten Simalungun.

Selain Benfri, Koster Hutajulu juga divonis 8 bulan penjara dan Andi Joan Sinaga 8 bulan Penjara.

Pembacaan putusan melalui teleconference di Pengadilan Negeri Simalungun, pada Selasa (16/2) kemarin ditegaskan bahwa perbuatan terdakwa terbukti bersalah dengan melanggar Pasal 351 Ayat (1) KUHPidana Jo Pasal 55 Ayat (1) je-1 KUHPidana.

Vonis tersebut kurang 4 bulan dari tutuntan Jaksa Penuntut Umum Juna Karokaro selama 1 tahun penjara kepada Benfri Sinaga.

Walaupun hukumanya sudah diringankan, namun menurut pengacara Benfri Sinaga yakni Sepriandison Sagar bahwa mereka akan melakukan banding atas putusan tersebut.

Terungkap bahwa Benfri Sinaga warga Kelurahan Huta Bayu, Kecamatan Huta Bayu Raja, Kabupaten Simalungun melakukan pidana dengan terang-terangan bersama menggunakan kekerasan terhadap orang yang mengakibatkan korban luka-luka. Sementara barang bukti yang diamankan berupa 1 buah baju kaos oblong yang kena darah dan 1 kaus kainlap yang kena darah dipakai untuk berkas terdakwa Andi Joan Sinaga dalam berkas terpisah.

Pada kejadian itu juga, Benfri Sinaga ikut memaki dan menganiaya korban Koster Aprison Hutajulu, warga Huta Parmonangan, Kelurahan Huta Bayu Kecamatan Huta Bayu Raja.

Sebelum kejadian, korban Koster Aprison Hutajulu dan saksi Bekman Siahaan sedang berada di warung kopi milik saksi Mutiara Boru Manurung di Dusun Parmonangan, Kecamatan Huta Bayu Raja memakan gado-gado di teras warung.

Beberapa menit kemudian, datang saksi Ruben Silaen bersama anaknya mau makan lontong dan beberapa menit kemudian terdakwa datang ke warung dan duduk satu meja dengan saksi Ruben Silaen lalu bercakap-cakap.
Tiba-tiba saksi Bekman Siahaan yang sudah duluan disitu menanya terdakwa Benfri Sinaga, ‘kira-kira siapa ketua paslon bupati untuk bulan ini yang kita pilih “?

Lalu terdakwa Benfri menjawab,” yang saya bawa kan RHS, adapun alasan saya mendukung RHS karena RHS mampu menyumbangkan dana. Mendengar itu saksi korban membalas “Kalau pribadiku aku mendukung Anton,”

Lalu terjadi adu argumen membela sosok pilihan masing-masing untuk calon bupati Simalungun. Hati terdakwa panas dan tak bisa mengendalikan diri sebagai anggota DPRD lalu memaki saksi korban dengan perkataan tidak patut dalam bahasa Batak.

Maka saksi korban Koster Aprison membalas makian serupa, lalu mereka beradu mulut, tegang. Mendengar dan melihat itu Ruben Silaen segera keluar dari warung tetapi semenit kemudian datang bersama Andi Joan Sinaga.
Saksi korban pun segera menelepon saksi Juniapul Purba. “Di mana lae, tolong dulu, soalnya aku sudah ribut ini sama si Benfri Sinaga,”.

Semenit kemudian saksi Juniapul Purba sudah datang bersama saksi Biraba Siahaan SE. Saksi Andi Joan Sinaga bersama Ruben Silaen begitu masuk warung segera adu mulut dengan saksi korban, malah saksi Andi Joan Sinaga mendorong tubuh saksi korban hingga jatuh dari kursinya dan setelah berdiri dicekik oleh saksi Andi Joan sampai korban sesak nafas dan saksi Ruben Silaen meninju mata saksi korban dan terdakwa Benfri Sinaga memukul kepala bagian belakang korban.

Saksi Juniapul Purba dan saksi Biraba Siahaan empat melihat itu. Demikian pula beberapa orang yang ada dalam warung itu. Karena dikeroyok, saksi korban membela diri lalu membalas memukul maka terjadilah baku pukul di warung dan disaksikan beberapa orang.

Saksi korban Koster Aprison Hutajulu dikeroyok dan dianiaya. Ramailah orang berdatangan ke warung itu. Saksi Juniapul Purba dan beberapa warga di situ melerai perkelahian di warung yang berada di depan salah satu gereja yang berketepan saat itu sedang ada acara.

Saksi Juniapul Purba menarik tangan korban ke sepeda motornya lalu melarikan korban ke Puskesmas Huta Bayu Raja yang tak jauh dari situ untuk diobati dan saksi Biraba Siahaan SE menyusul dengan jalan kaki.

Saksi korban mengalami luka pada leher, luka lebam pada mata sebelah kiri sehingga penglihatan terganggu, luka di atas telapak tangan kanan maka dihecting tujuh jahitan, luka terkilir pada jari-jemari tangan sebelah kiri sehingga bengkak dan kepala mengalami pening hingga saksi korban terhalang melakujan aktifitas sehari-hari selama seminggu.

Sewaktu saksi korban diobati di Puskesmas, terdakwa Benfri Sinaga datang ke Puskesmas membawa rombongan sekira 20 orang diduga untuk melanjutkan penganiayaan kepada saksi korban sehingga suasana di Puskesmas menjadi heboh.

Terdakwa Benfri Sinaga menyerang korban dan meninju rahang korban dengan tangan kanan lalu saksi Juniapul Purba mencegah tangan terdakwa untuk tidak meninju lagi dan terdakwa bilang.

Dan Hermando Sinaga bersama saksi Eben Ezer Sinaga menarik korban keluar Puskesmas.
Lalu saksi Juniapul Purba bersama saksi Biraba Siahaan SE melarikan korban ke gudang sawit milik saksi Juniapul Purba lalu bersama kawan-kawan membawa korban ke Polres Simalungun untuk membuat pengaduan.
Korban mengadukan terdakwa Benfri Sinaga dan Andi Joan Sinaga, tetapi kemudian terdakwa juga mengadukan korban ke Kantor Polisi. (ros/fabe)