News

Belum Kantongi SPPBJ, Sudah Robohkan Bangunan

SIBOLGA, FaseBerita.ID– PT Tureloto Battu Indah diduga belum mengantongi Surat Penunjukan Penyedia Barang dan Jasa (SPPBJ) untuk membangun Pasar Sibolga Nauli. Meski begitu, rekanan sudah langsung bekerja dan merobohkan bangunan lama Pasar Sibolga Nauli.

Hal ini terungkap saat adanya Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan anggota DPRD Sibolga pada Selasa (27/4) lalu, yang dihadiri langsung Direktur Operasional PT Tureloto Battu Indah, Nazwan dan Dinas Perindag Kota Sibolga yang menyampaikan bahwa saat ini masih pengusulan ke Kementerian Pekerjaan Umum.

Dan usai RDP, Direktur Operasional PT Tureloto Battu Indah, Nazwan yang dikonfirmasi wartawan tentang adanya SPPBJ yang lama dari Kementerian PU menyatakan bahwa itu tidak benar. “Belum Ada SPPBJ yang keluar, saat ini masih diusulkan, bohong itu yang ada itu,” jelas dia saat itu.

Sementara pemerhati pembangunan Kota Sibolga S Hutagalung (45) kepada New Tapanuli, Jumat (30/4) lalu justru mengaku bingung dengan rekanan ini. Jika memang SPPBJ belum keluar, kenapa rekanan justru sudah memulai pekerjaan untuk merobohkan bangunan Pasar Sibolga Nauli? “Ada apa sebenarnya dengan rekanan ini, kenapa sudah memulai pekerjaan sementara SPPBJ belum keluar,” terangnya.

Dirinya merasa bingung dengan prosedur pekerjaan pembangunan Pasar Sibolga Nauli yang terlihat seolah-olah rekanan sangat dominan dalam memaksakan pekerjaan ini. Bahkan rekanan sanggup membangun tempat relokasi pedagang dengan biaya sendiri yang tidak diketahui dari mana dana tersebut diambilnya. “Mungkin uang rekanan ini banyak, bahkan kekayaannya bisa mencapai ratusan miliar. Namun jika dana relokasi itu tidak ada dalam RAB (Rencana Anggaran Biaya) lalu diambil dari mana?” tanya dia.

Dia juga menerangkan, sesuai yang ia ketahui, SPPBJ keluar karena dana itu berasal dari pemerintah, dengan ketentuan ada 4 kategori. Pertama karena swakelola, kemudian yang kedua sesuai Kepres dengan melaksanakan tender figh 200 juta ke atas, lalu penunjukan untuk 200 juta ke bawah dan PL-PL yang nilainya puluhan juta. (mis/fabe)