News

Belum Ada Tersangka Kasus Tewasnya Balita di RSUD Rantauprapat

FaseBerita.ID – Hingga kini, pihak kepolisian Polres Labuhanbatu belum dapat menentukan tersangka dalam kasus tewasnya balita Zulaika (3) di Rumah sakit umum daerah Rantauprapat seminggu yang lalu.

Kapolres Labuhanbatu AKBP Deni Kurniawan saat dikonfirmasi terkait penetapan tersangka dalam kasus tersebut, Selasa (2/2021) siang melalui pesan Whatsapp mengaku pihak belum menentukan tersangkanya.
“Belum,” jawabnya singkat.

Kapolres menyarankan agar menanyakan perkembangan kasus tersebut, kepada Kepala Satuan (Kasat) Reskrim Polres Labuhanbatu untuk mendapatkan keterangan yang lebih detail.

“Detailnya tanya Kasat Reskrim,” saran Kapolres.

Sementara, Kasat Reskrim Polres Labuhanbatu AKP Parikhesit belum berhasil dikonfirmasi wartawan terkait kasus tersebut. Meskipun pesan melalui Whatsapp pribadinya telah dilayangkan namun, hingga berita ini dikirim belum ada jawaban.

Baca juga:

Balita Tewas Tertimpa Tabung Oksigen di RSUD Rantauprapat

Terpisah, Tokoh muda Labuhanbatu Indra Rinaldy Tandjung berharap pihak penegak hukum segera menetapkan siapa yang patut dijadikan tersangka dalam kasus tewasnya balita yang tertimpa tabung oksigen di RSUD Rantauprapat. Karena menurutnya, kejadian itu diduga merupakan kelalaian pihak Rumah sakit umum daerah Rantauprapat, sehingga menyebabkan kematian atau kehilangan nyawa seseorang.

“Sistem pengamanan pihak rumah sakit umum daerah Rantauprapat terbilang cukup ketat. Pasalnya, ada sejumlah sekuriti yang berjaga disana dengan sistem bergantian pagi dan malam,” sebut Indra.

Indra menilai ada dugaan kelalaian atas masuknya anak yang menjadi korban tersebut ke dalam kawasan rumah sakit umum daerah Rantauprapat, karena sudah jelas anak di bawah usia 12 tahun dilarang masuk untuk menjenguk pasien.

“Yang lebih parah lagi, korban balita tersebut bisa masuk ke dalam kawasan rumah sakit hingga malam kejadian naas itu,” pungkasnya.

Sebelumnya, terkait kasus tewasnya Balita bernama Zulaika berumur 3 tahun tertimpa tabung oksigen di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rantauprapat diduga kuat akibat kelalaian pihak manajemen rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu itu.

Baca juga:

Balita Tertimpa Tabung Oksigen di RSUD Rantauprapat Diduga Kelalaian Manajemen

Pasalnya, security atau pengamanan yang bertugas mengawasi tamu – tamu pasien terkesan kecolongan dengan masuknya balita atau anak di bawah usia 12 tahun yang menjadi korban pada Selasa (26/1/2021) kemarin.

Padahal, terlihat jelas spanduk di depan pintu masuk dan juga di dalam kawasan rumah sakit tersebut, bertuliskan jam berkunjung pagi antara pukul 12.00 Wib-14.00 WIB dan 17.00 – 20.00 WIB.

Selain itu tulisan jelas pada spanduk tersebut juga terpampang bahwa menghindari mengajak anak dibawah umur 12 tahun ketika berkunjung ke rumah sakit.

Salah seorang security di rumah sakit umum daerah Rantauprapat Wiska Syahfitri saat ditemui wartawan, Jumat (29/1/2021) di depan pintu masuk rumah sakit tersebut, mengetahui jelas arahan pihak manajemen RSUD Rantauprapat yang melarang anak dibawah umur 12 tahun ikut jam berkunjung.

Namun, dirinya sama sekali tidak mengetahui peristiwa tewasnya balita tertimpa tabung oksigen tersebut.

Karena, pada saat Wiska pada jadwal jam kerja pagi dan pulang malam hari.

“Ya kami diberikan arahan dari pihak manajemen RSUD Rantauprapat melarang anak di bawah usia 12 tahun masuk berkunjung. Soal kejadian tewasnya balita kemarin saya tidak tahu. Saya masuk pagi,” ujar Wiska. (bud/fabe)

iklan usi