News

Belum Ada Laporan Pelanggaran ke Bawaslu

SIANTAR, FaseBerita.ID – Pelaksanaan rekapitulasi hasil suara di tingkat kelurahan yang digelar di kecamatan masih berlangsung hingga Senin (22/4). Diperkirakan, rekapitulasi ini akan selesai tiga hari ke depan. Sejauh, ini Bawaslu Siantar belum ada menerima laporan terkait pelanggaran yang terjadi dalam proses pelaksaan Pemilu 17 April 2019 lalu.

“Sampai saat ini Panwaslu masih mengikuti proses rekapitulasi di kecamatan. Sampai saat ini belum ada kami terima laporan terkait adanya pelanggaran. Jika memang ada ditemukan pelanggaran, nanti akan dibahas di Bawaslu,” ujar anggota Bawaslu Siantar Syafii Siregar.

Terkait banyaknya tugas penyelengara Pemilu mulai dari tingkat KPPS hingga PPK bahkan dari anggota Panwas dan Polri, Anggota Bawaslu Syafii mengatakan harusnya pihak KPU melihat kondisi fisik para penyelenggara.

“Soal jadwal dari mereka. Kami hanya mengikutinya saja. Tapi memang adanya baiknya harus memperhatikan stamina para penyelenggara yang sedang bertugas. Jangan sampai ada lagi korban,” ujarnya.

Sementara itu, Anggota KPU Siantar Gina Ginting mengatakan bahwa KPU akan mengusahakan rekapitulasi secepatnya selesai dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.

“Kita sudah beritahu kepada PPK kalau kondisi fisik mereka sudah tidak tahan lagi di perbolehkan beristirahat. Karena kita juga dikejar target,” ujarnya.

Amatan di lapangan, proses rekapitulasi di kecamatan menyita waktu yang cukup lama. Untuk satu kelurahan yang dimulai pukul 13.00 WIB bisa selesai sampai pukul 03.00 WIB dini hari.

Terpisah, salah seorang dokter di Kota Siantar dr Luis Agripa mengatakan bahwa waktu istirahat atau tidur yang ideal adalah mulai pukul Pukul 22.00 WIB hingga pukul 06.00 WIB atau 8 jam.

Tidur bagi tubuh manusia sangat penting, sebab saat tidurlah tubuh akan membuang semua racun dari dalam tubu. Proses tersebut membutuhkan tubuh dalam keadaan rileks yaitu pada saat tidur.

Jika kurang tidur akan ada efek yang timbul. Seperti kekebalan tubuh akan berkurang yang berdampak terhadap penyakit hipertensi, jantung dan penyakit lainnya. (mag04/pra)